Gandi Firmansyah

Antara Spasi, Titik dan Koma

Pagi ini aku melamunkan bunga yang pernah kau untai
Mengingat barisan kata yang selalu kau susun dengan sempurna, indah

Aku merindukan spasi yang selalu kau bilang untukku
Merindukan tentang Matar, Diandra dan semua nama yang pernah kau sebut
Dan lagi, aku merindukan kau yang selalu memahami tiap jengkal kata yang kubuat

Aku memang tak sepandai kau yang selalu bisa membuatku terpesona
Selalu bisa merangkai indah tentang waktu yang selalu kau puja
Membuat pesan-pesan manis yang kau simpan dengan sempurna di dalam tanda baca
Dan itu semua membuat kau menjadi istimewa, lebih dari sekedar spasi, titik ataupun koma

Meskipun sekarang tak ada lagi melodi yang bisa kubagi
Tak terucap lagi berdamai dengan kenyataan yang dulu kau ingin
Tak terangkai lagi pesan-pesan yang dulu sering kita lukis
Tapi yakinlah, aku bahagia bersahabat denganmu

[Dhenok Habibie - Palembang]

“Ungkapan Anti Biasa, Ungkapan Dengan HTML“

*91’91*

About these ads

121 thoughts on “Gandi Firmansyah

  1. ketika sahabat menjauh dan terus menjauh dengan sebuah alasa, maka ia akan selalu dekat dengan sebuah alasan pula. ketika sahabat terdiam karena sebuah alasan, maka ia akan selalu bercerita dengan sebuah alasan pula. karena sahabat kan selalu dekat dan selalu bercerita dengan sebuah alasan. . . . jangan nangis mbak denok hehehehe

  2. Itu bisa langsung di division dhe ga usah di kasih di tag p lagi..
    div style=”text-align:center”

    jadi p nya bisa di kasih style lainnya..seperti text-shadow dan div bisa kasih z-index:-9999; coba deh..lebih unik dan ringkas..

    Maaf ga komen isinya..malah komen CSS..sebenernya ini bukan posting dengan HTML karena bagaimanapun post keluarannya HTML. Tapi posting dengan CSS inline.. salah presepsi, yang kasih kontes.. klo posting HTML setiap kita post juga keluarannya HTML..

    wadeh, jadi ga nyambung nih maaf dhe,,bingung juga mau komen tentang cinta.
    but, mantap..lanjut dhe..

  3. Mencoba memahami meski aku tak sefaham kata-kata yang mewakili perasaan itu.. Biarlah apa yang ada dalam asanya yang mengerti, tak bijak kiranya jika aku harus melulu mencibir apa yang dirasakan…

    Meski kini tak terucap lagi berdamai dengan kenyataan yang dulu kau inginkan..

    Semua tergambar jelas dimata hati sang penggore tinta..

  4. Hwaaaa… cantik banget Dhe… :D
    Ahh,. keduluan postinganmu, padahal aku sudah berencana bikin postingan gini jugak. Hihihi.. :D

    Sukses buat kontesnyaaa.. mari ramaikan!!! :)

Berkomentarlah dengan bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.. :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s