#91. Untuk Perempuan yang Memanggil Ayah

Dhenok Habibie, hmmm sebuah nama yang saya kenal kira-kira setahun yang lalu. Seingat saya Blogspot yang saat itu menjadi label Dhe untuk berkarya di dunia maya. Sebuah blog yang lebih banyak menuliskan sebuah ungkapan hati pemiliknya dalam bentuk puisi.

Dulu saya ingat saat pertama kali dolan ke blog dia, si Dhe menulis sebuah artikel yang isinya berupa puisi tentang rasa rindu seorang anak terhadap ayah mayanya. Berhubung saya termasuk seorang blogger yang sangat lemot untuk mencerna arti dari sebuah puisi. Saya pun hanya sekedar menulis komen berupa salam perkenalan dan sebuah kalimat nakal yang isinya saya siap menjadi ayah mayanya.

Lebih dari setahun perkenalan itu, sekarang saya melihat banyak hal yang berubah pada diri Dhe dan blognya. Dhe sudah berpaling hati ke WordPress. Tapi biarlah, apa pun labelnya menurut saya bukan masalah. Konsistensi untuk terus belajar dan berkarya, mungkin itulah yang harus menjadi PR bagi setiap blogger. Dhe yang dulunya egois karena hanya mau menulis segala ungkapan hati dalam bentuk puisi, yang mungkin hanya dia dan orang tertentu saja yang bisa mencernanya. Sekarang saya lihat sudah mulai terbuka.

Dhe sekarang sudah mau menulis segala sesuatu yang ada di kanan kirinya. Sebuah bentuk kepedulian tentunya bagi pengunjung blog dia yang awam dengan puisi macam saya. Dhenok Habibie pun sekarang sudah sangat percaya diri untuk menunjukkan eksistensinya sebagai seorang blogger. Bahkan nama dia sekarang sudah dikenal menjadi salah satu Miss Kontes di ranah blogsphere.

Ada yang berubah, tapi ada juga sesuatu yang sepertinya sulit untuk di rubah. Sebutan “Ayah” yang dulu saya dapat saat pertama kali berkunjung ke blognya, sekarang sepertinya sudah menjadi sebuah kebiasaan bagi Dhe saat memanggil saya. Sebuah panggilan aneh tapi istimewa yang pernah saya dapatkan di dunia maya. Walaupun kadang saya ngakak dalam hati manakala Dhe telah memanggil saya dengan sebutan itu. Betapa tidak, di saat sampai saat ini saya masih mencari-cari sosok seorang Marpuah, tiba-tiba saja muncul seorang anak perawan yang memanggil saya seorang ayah. Bagaimana bisa disebut ayah, padahal saya tak pernah sekalipun mengucap sebuah kalimat sakti berbunyi SAH..!. Hahaha yo wis lah, mungkin itulah secuil pernak pernik di ranah blogsphere yang penuh warna ini.

Posting ini merupakan posting ke 91 di Gamazoe. Entah kenapa tiba-tiba saja si Dhe dangan gaya kanak-kanaknya meminta si ayah agar mau mengisi rumah mayanya lewat tulisan. Saya sebenarnya heran kenapa harus angka 91?. Apa ada yang spesial dengan angka ini?. Tapi ya sudahlah, seorang ayah yang baik tentunya harus bisa memenuhi pinta dari putri kesayangannya. Jangankan menulis artikel. Menyeberang selat Sunda menuju Palembang pun akan saya lakukan sayang, asal ada ongkos buat jalan.

Dhe, tanpa kita sadari banyak yang berubah di kanan kiri kita. Teman-teman yang dulu selalu ada mewarnai setiap posting kita dengan senyumnya. Sekarang rasanya satu-satu persatu menghilang entah kemana. Senyum-senyum itu sekarang telah hilang, berganti dengan senyum-senyum baru yang mewarnai rumah maya kita.

Ada yang datang, ada yang pula yang pergi. Itulah warna-warni blogsphere yang indah ini. Seseorang yang dulu berteriak begitu lantang, sekarang rasanya nyaris tiada bersuara. Hanya menyisakan rumah mungil yang seakan nelangsa ditinggal penghuninya. Saya berharap semoga kamu tak masuk daftar tunggu selanjutnya dan lalu menjadi sebuah kenangan sesaat di ranah blogsphere, seperti teman-teman kita dahulu.

Dhe, sebuah kepuasaan tentunya saat kita bisa mendapat angka sepuluh dalam hidup kita. Angka begitu sempurna dan memacu siapa saja untuk mendapatkannya. Tapi cobalah untuk sejenak melihat angka 91 yang sekarang menjadi angka di posting ini. Angka yang biasa kamu selipkan di setiap SMS-SMS mu itu

Angka 91, mungkin angka ini terlihat biasa. Tapi cermati jika mungkin saat ini angka 10 yang menjadi fokus perhatianmu. Cobalah untuk meraih angka 9. Angka ganjil dan baru akan sempurna menjadi sepuluh jika kamu menambahkan angka satu. Yah, senantiasa jadilah angka 9 yang tak henti untuk menambah angka 1 dengan belajar dan terus belajar. Hingga kamu lupa dengan angka sepuluh yang sedang kamu kejar. Sebab adakalanya kita enggan belajar kembali manakala telah merasa angka sepuluh sudah ada di genggaman kita.

Yo wis lah Dhe, kok saya sekarang malah main matematika di blogmu hahaha. Selamat deh untuk posting ke 91 Gamazoe. Meski kadang lelah semoga saja kita selalu bergairah untuk membuat karya-karya yang indah. Sebab menjadi seorang blogger adalah sebuah pilhan hidup. Jadi selama internet masih belum punah dari muka bumi itu genggam erat terus apa yang menjadi pilihan hidupmu itu. Doakan semoga ayahmu yang tak seberapa tampan ini segera nemu Marpuah ya. Si jari lentikĀ  yang nantinya bisa kamu panggil Bunda. Atau mungkin sebaiknya kamu saja yang menjadi Marpuah? hahahaha.

Lozz Akbar

142 thoughts on “#91. Untuk Perempuan yang Memanggil Ayah

  1. Halo..halo… waahh enak ada ayah mayanya ya! bisa diminta nulis di blognya, eh! btw “kakak” siap buat ngisi yang ke 1001,hahahhaha itu artinya dhe musti rajin2 nulisterus biar bisa nyampe angka 1001, wkwkwk :-P

  2. ayah kaya si rambut kriwil yg mencari aling ke negri eropa, klo masih satu NKRI mah kecil kang…
    yooook kAng lozzz kejar marpuah sebagai teman hudup yg bisa menenangkan hati dan badan ketika lelah.

  3. Saya yakin seyakin2nya, sebelum tulisan ini dipublish sudah dibaca berkali2, berulang2 dan berulangkali oleh Mas Lozz, karena tulisan ini tayang di blog spesial milik orang yang spesial pula.
    Sebagai orang tua, saya bagian merestui dan siap jadi saksi…

  4. Saya (dan sebagian teman lainnya) pasti menerka2, SMS atau komunikasinya seperti apa hingga tayangnya tulisan ini, mulai surat permohonan, surat balasan hingga tahap realisasi. Dan karena sedang berbunga2, pasti semua lancar jaya tak ada debat tak ada diskusi…
    Beda kalau mereka2 yang bunganya sudah agak layu :D

  5. oalahhhh….si angkel lozz toh ayah itu, heheh
    smg seorang ayah maya dan anaknya selalu rukun dan tetap berkarya melalui tulisan indahnya..kapan2 traktir ayah yg tak seberapa tampan ini sowan kepalembang dan selanjutnya mampir di jambi ya dhe hihih

  6. Semoga bukan sekedar menjadi ayah dalam DuMay tapi bisa jadi dalam DuNya.

    Sekedar selat sundah mah kesil kang, lihat tuh si ikal ampe ke eropa walaupun tetapa aja gagal :))

  7. Hwaaa… setelah kemarin baca postingannya Uncle Lozz di blognya kang Sofyan, sekarang berpindah ke blognya Dhe. Pas baca di bagian awal aku bingung,. ini apakah Dhe sedang bercerita tentang ‘Dhe’ yang lain yaaa??? Belakangan baru paham. Hehehe…

    Selamaaatt untuk postingan spesial ke 91 nyaaa. Semoga Gamazoe makin eksis, makin baik kedepannya, makin memberikan manfaat untuk para blogger dan non blogger di sekelilingnyaaaa :D

  8. ohh baru tau ada juga yah ayah maya… bener bener kuper saya ini …
    tapi tak apalah selamat saja untuk post yang ke 91 nya…

    hehe ngomong ngomong soal angka saya lebih suka angka 96…

  9. Hayooo…ayah mulai nakal, mosok Dhe mau di jadikan Marpuah hehe,
    Semoga kata sakti itu segera di kumandangkan delantang,

    untuk ayah :
    ” ayo tuku songkok nang Pasar Tanjung untuk menjemput Marpuah ke Palembang” hhahaha =)

  10. aku baca dengan seksama dan dalam tempo yang selambat lambatnya. . . . meski aku males baca novel aku kan berusaha baca-baca artikel pendek gini. .. biar mudah dicerna hehehehee. . . .

    semangat dhe. . .. :)

  11. prikitiewwwwwwwwww…………….. plok..plok…….. cuit cuit……………….. ewez ewez……….. xixixiiii………..
    pokoke setuju ajalah…. tak restui….#bingung??? sama ;)

  12. uhuuy.. si Dhe… gimana rasanya mendapat tantangan di kalimat terakhir, Dhe?
    Dhe menjdai Marpuah-nya Ayah Lozz :?: Oh, kita tunggu kabar selanjutnya :P

  13. postingan yang sangat menarik :)
    sangat bermanfaat.. ^_^
    keep posting yaa..

    ingin barang bekas lebih bermanfaat ?
    kunjungi website kami, dan mari kita beramal bersama.. :)

  14. Lozzakbar setelah bulan sebelas, Ayah Dumay. Yeah, dalam dunia blogging sebenarnya hal ini lumrah. Ada orang mampu memotivasi kita untuk selalu bergairah, dan kita anggap sebagai orang yang kita tuakan.
    Semoga ini berjalan terus untuk selamanya.

  15. Baca paragraf pertama, agak bingung. Langsung menuju baris terakhir. Nah, baru saya paham, ternyata penulis tamu, hehe….

    Tentunya sebuah kehormatan untuk “Ayah”, karena telah diberi kepercayaan untuk mengisi postingan ke 91 :-)

  16. pertama kali kenal mbak Dhe, kirain cowok jadi panggilnya mas. Mungkin karenaada habibienya kali yah, kan jarang ada cewek yang make nama seperti itu:)

    Btw moga sukses Mas Dhenonk :P

  17. Pingback: Seratus Cinta Gamazoe | Perjalanan Panjang

Berkomentarlah dengan bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.. :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s