#99. Kado Terindah

“Segera pulang, penting!” begitu bunyi pesan yang kuterima tadi pagi. Segera kucoba menelpon Dhenok, mencari tahu mengapa harus segera pulang. Apakah Ibu baik-baik saja? Setiap kabar dari Palembang selalu membuatku berpikir tentang Ibu, yang telah lama terbaring sakit. Berulang kali kucoba, tetap saja tak tersambung. Kukirim pesan singkat memberitahunya tentang kepulanganku.

“Ayuk langsung pulang, Dhe bisa jemput di bandara nanti ‘kan?” dan tanpa pikir panjang, tanpa persiapan matang, di sinilah aku sekarang, siap terbang untuk pulang. Kupandangi telpon genggamku, berharap ada balasan dari Dhe sebelum naik ke pesawat. Perasaan galau terus menyelimuti hati gelisahku. Benakku pun sibuk berandai-andai membentuk lamunan di ruang imaji. Seolah tak hirau pada keriuhan ruang tunggu yang hampir sebagian isinya sibuk hilir mudik, sibuk pada urusan masing-masing.

Pengeras suara terdengar mempersilahkan para penumpang untuk memasuki pesawat. Kutegaskan langkah berharap bisa mengusir gelisah. Senyum ditebar berharap mampu mengurai wajah kusutku. Dan kudapati telapak tanganku semakin basah, ketika badanku telah duduk manis di dalam pesawat. Ah, pertanda apa ini?

Tak sampai satu jam penerbangan ke Palembang, dan sebentar lagi aku akan bertemu Ibu. Kuaktifkan telpon genggamku, berharap ada pesan masuk dari Dhenok. Benar saja. “Ayuk langsung saja ke rumah, Dhe gak bisa jemput. Sedang sibuk di rumah!” Sibuk? Ada apa? Kubalas pesan itu. “Ayuk dalam perjalanan ke rumah sekarang.”

Jemariku masih berusaha menghubungi nomor adikku yang paling kecil ini, tapi tetap gagal. Kegelisahan semakin memuncak, hampir saja aku tak mampu membendung tangis. Pikiranku telah dipenuhi segala kemungkinan buruk. Naudzubillah … Ibu, jangan tinggalkan kami sekarang, kami belum siap tanpamu.

Mataku masih nanar mencari sosok Dhenok, walau dia sudah bilang tidak bisa menjemput, aku masih berharap menemukan sosoknya di tengah keramaian penumpang yang membaur dengan penjemputnya. Setelah sekian menit tak kutemukan bayangannya, bergegas aku memilih taxi untuk mengantarku ke rumah. Hatiku sedikit lega ketika taxi memasuki komplek PUSRI tempat kami tinggal. Sudah terlihat rumah Ibu, tapi kok sepi? Seperti tak ada orang. Tak ada motor ataupun mobil yang diparkir di luar. Dimana semua orang? Bukankah tadi Dhenok bilang sedang sibuk di rumah? Tapi kok sepi?

Tergesa-gesa aku turun dan berlari mencapai pintu. Kudapati pintu rumah tak terkunci. “Ibuu.. Dhenok …” satu per satu mereka kupanggil. Dan tubuhku bergerak ke kamar Ibu, tapi tidak ada siapapun di sana, tidak juga Ibu. Jemariku mulai sibuk dengan tombol telpon genggamku. Berharap Dhenok mengangkat telponku. Gagal! Pesan terakhirku pun tak terkirim, masih teronggok di outbox. Aarrgghhh …

Setengah berlari aku menuju ke halaman belakang dan SURPRISEEE… Selamat Ulang Tahuuun…!!! Terdengar teriakan saudara-saudaraku, suara Dhenok paling keras. Langkahku tertahan mendengar suara ramai di sana. Kutemukan Ibu di antara saudara-saudaraku, duduk manis di kursi roda dengan senyum lebar di wajah tuanya. Aku menghambur ke pelukan Ibu, menumpahkan tangis dan semua gelisahku sepanjang perjalanan tadi.

Ibu menciumi wajahku, berbisik di telingaku. “Selamat ulang tahun, sayang. Maafkan Ibu! Kami takkan mendesakmu untuk menikah jika itu membuatmu malas pulang. Kita akan sama-sama bersabar menanti waktu yang tepat, bukankah semua akan indah pada waktuNya?!”

Semakin erat kupeluk Ibu, setelah dua tahun tak pernah pulang, sungguh ini KADO ulang tahun TERINDAH seumur hidupku!

Ni CampereniQue

About these ads

114 thoughts on “#99. Kado Terindah

  1. Huwaaaa… Ikt tegang, ikt gaalaaauuuu… Yg pasti, aq nangis sesenggukan di endingnya. Huwaaaaaaaaaaaaaaaaaa. Terharuuuuu

  2. Ini fiksi? kayak nyata. Awal baca deg-degan, ada apa dengan Ibu. Ternyataaaa… kejutan toh. Sukses bikin penasaran :)

    Keep writing, teman :)

  3. Tentu nikmat sekali berkumpul dengan keluarga setelah 2 thn gak pulang kampung. Beruntung masih punya ibu mbak, dialah segalanya bagi kita…

  4. Judulnya membuat cerita ini mudah ditebak…tapi suka dengan jalan ceritanya mengalir apa adanya.

    Keep The Blue Flag Flying High

  5. aw aw aw. .

    ahirnya akku bisa kerumahmu dhe. . . :lol:
    cerita ini. . .emmm,cerita terindah inii. . emm. . kado terindah ini. .
    emmm. . .akku suka dengan tulisan ini. ;)

  6. “Kita akan sama-sama bersabar menanti waktu yang tepat, bukankah semua akan indah pada waktuNya?!”

    kalimat yang indah nan bijak..
    “bersabar menanti” hanya orang sabar yang bisa melakukanya..
    “menanti” bukanlah pekerjaan mudah tak semua orang bisa.

  7. wah terharu nih dengar ceritanya hiksss,dapet srprise anyway happy birthday ya bu’dhe,anyway yg keberapa nh??

  8. Semakin lihat dalam menghasilkan sebuah karya dalam setiap goresan karakter berupa aksara.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog

    • alhamdulillah, akhirnya buk bil mampir lagi ke gamazoe.. dhe lagi bikin postingan spesial penulis tamu buk bil.. tapi untuk saat ini, udah selesai.. kapan2 buk bil jadi penulis tamu disini juga yaa ;)

  9. Sebelum baca komen-komen di bawah, saya kok mikir kalo Mbak Niq itu ayunya Dhe beneran lho hehehe :D
    Ternyata fiktif belaka yaaa. … *ah, tertipu*
    Dan, siapa yaaa yang ke-100? :D

  10. Assalamualaykum Dhe….congratulation…

    Word Press “Versatile Blogger” Award Nomination
    This is an official announcement that I’ve nominating you for the “Versatile Blogger” award.
    As a recent recipient of the award, one of the award rules I must comply with is to:

    “Versatile Blogger” Award Rules:

    Post a picture of the award – above
    Thank the award giver – above
    Share 7 random facts about yourself – below
    Nominate 15 other bloggers about this and tell them by leaving comments on their blog – below

    What is this Word Press award? “It is a way to introduce bloggers to each other and to promote quality blogs that the awardees and their readers might not be discovered otherwise.”
    You can read more about the award and my responses to the three required rules at my website:

    http://abualbanie.wordpress.com/2012/03/31/word-press-versatile-blogger-award-nomination/

    Thank you for the inspiration you have given

    ~ Hendra Taruna ~

    Hari lahirnya Maret juga yah? sama berarti :)

Berkomentarlah dengan bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.. :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s