Ini kamu?? Kembali aku menatap wajah yang kini berada tepat dihadapanku, tersenyum dalam beberapa detik sambil ikut menatapku. Kita beradu tatap cukup lama, hingga akhirnya terucap pertanyaan bodoh dari bibirku. Tak masalah, karena setidaknya dengan begitu kita sama-sama sadar bahwa kita tidaklah bisu. Sangat kaku dan canggung, tapi kemudian kita sama-sama tersenyum malu.
“Aku lapar.” Kataku setelah kita mulai saling beradaptasi.
“Mau makan dimana??” tanyamu kemudian.
“Di cafe Bizz aja, tak jauh dari sini. Bagaimana??” kuberanikan bertanya sambil menatap matamu, dan kau pun akhirnya membalas dengan anggukan santai.
***
Cukup lama kita menelusuri gang-gang kecil di kota tua ini. Kau tak protes ataupun kabur meninggalkanku, meskipun aku terus memintamu untuk terus berjalan menemani langkahku. Bodohnya, kau tak pernah menawarkan tanganmu untuk mengenggam tanganku yang mulai kelelahan. Kau tak menawarkan pundakmu ketika kita sedang berhenti mengatur nafas kelelahan. Kau hanya menatap lurus jalanmu, sambil sesekali menengok ke arahku untuk memastikan bahwa aku masih ikut berjalan.
Ini sudah kesekian menit sejak pertemuan pertama kita, tapi kau masih saja seperti orang asing yang sama sekali tak pernah kukenal sebelumnya. Berbicara ala kadarnya, tersenyum, mengangguk dan kemudian diam. Sedikit membosankan memang, tapi mungkin inilah proses yang harus kita lalui supaya kita tidak terus menjadi orang asing. Aku kembali mengamatimu, memperhatikan bentuk rambutmu, bagaimana bentuk wajahmu, hidungmu, bibirmu dan menerka berapa meter tinggimu. Inikah kamu?? Kembali pertanyaan pertama itu kembali melintas.
“Minum dulu.” Katamu sambil menyodorkan sebotol air mineral ke arahku.
Tak kuhiraukan air mineral dan tatapanmu. Tubuhku sudah terlebih dulu memilih untuk berisitirahat dengan bersandar pada batang pohon yang cukup kokoh. Aku terlalu lelah, memaksakan tenagaku terkuras habis untuk melangkah panjang. Kuatur nafas yang belum teratur, dan hembusan angin yang membelai mulai memaksa mataku untuk sejenak terpejam. Aku tak perduli bagaimana keadaanmu, lelahkah seperti diriku atau mungkin kau sudah pingsan disampingku. Kekuatanku sudah habis, bahkan untuk sekedar membuka mata memastikan kau baik-baik saja, aku sudah tak mampu. Hanya saja, dalam keadaan setengah sadar, aku masih merasakan bahwa kau menggenggam tanganku. Kau menggenggam kuat, seolah kau sedang menyalurkan energimu untukku. Dan untuk pertama kalinya, aku merasa sangat nyaman disampingmu. Hangat.
***
“Aku masih merindukanmu, eL. Haruskah kau pergi lagi sekarang??” tanyaku dengan nada kecewa.
“Maafkan aku. Aku tak punya pilihan saat ini, dan kau pun tau itu. ” jawabmu sambil tersenyum menenangkanku.
Siang ini, aku kembali mengutuk perpisahan. Kubiarkan matamu yang terus menatap kearahku, melihat kekacauanku yang enggan melepasmu pergi. Aku ingin berontak, ingin memakasamu untuk tetap tinggal disini. Tapi bibirku sudah lebih dulu terkunci, terhalang oleh nafas yang membuatku lebih memilih untuk diam sambil menerima jawabanmu.
15 menit sebelum perpisahan…
“Peluk aku sekali lagi!!” pintaku manja.
Kau langsung kembali menatapku, terdiam beberapa detik dan kemudian langsung meletakkan tas yang sudah siap kau bawa pergi. Ahh, aku tak perlu menunggu lama hingga akhirnya kau mau memelukku. Andai bisa, tak ingin aku melepaskan tanganku yang sudah memeluk erat tubuhmu.
Ya, inilah kamu sayang. Laki-laki yang sudah Tuhan pilihkan untukku, laki-laki yang mau menerima semua kelebihan dan kekuranganku, laki-laki yang mau belajar mencintaiku dengan tulus, laki-laki yang tak malu untuk mengalah dan terus meminta maaf untukku, laki-laki yang dalam doanya selalu berharap untuk bisa terus berada disampingku.
“Aku mencintaimu, suamiku. Cepatlah kembali untukku.” bisikku sambil menyentuh lembut bibir yang tak pernah bosan memujiku.
*91’91*

***

**
Setiap postingan yang saya temukan kebanyakan menggunakan “elf4rizi”. Siapa El..
Apa tulisan berlambang “elf4rizi” berarti mengikuti kontes
**Rasa Penasaran
Semoga menang GAnya mba Dhenok..
entah kenapa, postingan ini rasanya mengingatkanku pada suatu hal,.. suatu hal yg bahkan belum pernah aku alami…. hmmmm
cepat kembali mb’ Dhe
baru update eh critanya suami istri, tp tetep suka… btw knapa eL bukan el atau EL ya mb’?
oh suaminya ya? semoga sukses dengan GA-nya Dhe
Dhe jadi istrinya Bang El.
Gak nahan.
Anyway, tulisan yang manis dan keren dhe.
sudah lama tak merasai romantisme ala Dhe #wink
jiahhh dia posting buat kontes doang … Dheeeeee ….
*ini komen blom baca tulisan*
oooh udah suami istri toh? pantes peluk2 …
semoga berjaya di kontes ini ya Dhe
Lama gak muncul, eh balik2 ngontes si Dhe ini, hahaha
Eh apa kabar banker yg sibuk?
sukses ya GAnya
cie cie cie………..
moga menang dhe……..
Wah dhe muncul lagi, lha lha udah merit toh mbak sama mas el #eeh
Hah ini kisah beneran apa Fiksi dhe..??
wellcome back dan terus berkarya..
Sukses dgn GAnya…
dhe apa kabar? semoga sukses ya GAnya
satu kata: Keren! Cara penyampaiannya asik bgt, Mbak. bikin yang baca ga sadar kalo ceritanya udah selesai karena terlanjur kebawa suasana tulisannya…
btw, sukses ya kontesnya!
selamat ngeblog kembali Dhe….
keren ceritanya …. moga menang kontesnya.
oia sampaikan salam buat sang suami (El)
Lama tak main kesini
apa kabar dhe ?
iya ini aku
El? Huahahahaha… Saya aminkan ya…
Semoga Mbak Dhe menjadi salah satu pemenag GA ini…
wah, aku tadi baca tulisannya cak Lozz juga, emmmm,, kalo aku sih, lebih dukung cak Lozz hehehe
semangat deh, moga menang.
oh iya, apa kabar, lama aku tak bw.
Kunjungan pagi,
walaaahhh…pas lg kangen sm Dhe lgsg disuguhi cerita seru
Gudlak ngontesnya ya Dhe^^
Baca-baca sajalah Mas.
Sabar ya, Dhe … Suamimu pergi untuk mencari sesuap nasi dan sekarung mutiara buat keluarganya
Makasih ya, Dhe. Selamat menunggu pengumumannya
semoga menang yaah
Ada award nih sekaligus pengumuman Elfrize. Cek, ya, kawan-kawan
http://elfarizi.wordpress.com/2012/10/30/akhirnya-ini-dia-pemenangnya/
menarik ceritanya…