Teka Teki Senja

Senja itu berakhir dengan cepat

Meninggalkan begitu saja sang surya yang masih bersemangat untuk bercengkrama

Senja yang membawa serta sekilas bayanganmu

Senja yang menjadikan jingga tak terlihat indah di mataku

 

Hanya seulas senyum yang kau tinggalkan kala itu

Sorot tajam yang masih membekas di ujung mataku

Sosok sahaja yang dengan diam memberikan ketenangan tersendiri untukku

Siapa kau?? Ahh, mungkin angin saja tak mampu mengingat siapa dirimu

Dengan cepat kau berlalu dari pandanganku

Menjadi teka-teki yang mengganggu indahnya jingga saat senja

 

Senja itu..

Senja pertama aku mulai mengingat kau dengan hatiku

Ntah kapan lagi aku bisa beradu tatap denganmu

Tapi selama senja masih ada, selama itu juga aku akan menunggumu

Meskipun kau bagai teka-teki yang tak bertepi

===

Puisi ini agak sedikit rancu, namanya juga puisi teka-teki (membela diri :P). Tema yang cukup berat menurut saya, tapi harus saya ikuti karena saya belum pernah bikin puisi tentang teka-teki. Bagi para sobat blogger sang penikmat puisi, maklumi saja kalau puisi ini agak aneh, soalnya susah sekali bikin puisi bertema teka-teki.

Puisi ini diikutsertakan dalam kontes teka-teki berhadiah novel yang diselenggarkan oleh Sang Cerpenis, mbak Fanny. Untuk info lebih lanjut, silahkan klik disini.

*91’91*

63 thoughts on “Teka Teki Senja

  1. Suka ikutan contest ya Dhe…ntar ikut ya contest yang aku buat temanya seru kok….tapi masih tunggu ya…akumasih prepare materi…hehehehe…ooops, udah tak bocorin duluan :d

    Selamat memecahkan teka-teki๐Ÿ˜‰

  2. duuh bacanya mikir berat nih, karena tekatekinya nggak terpecahkan.. siapakah yang dimaksud dalam puisi teka teki senja diatas?.. hehehe

    kalo urusan bikin puisi beginian saya udah nyerah duluan deeh.. nggak jagooo.. moga menang kontesnya mbak fanny aja yaa ^_^

  3. Semoga menangkontesnya ya…

    Segera dicari kemana Sang Senja pergi, sebelum hidupmu semakin senja…

    Ketika malam tiba, bahkan kita akan lupa bahwa pernah ada PAGI diantara kita…

    • Iya mungkin ya mbak, mungkin karena selalu berpikir tentang senja dhe sampai lupa kalau pernah ada pagi diantara kita.. hahahaha, keren mbah kata2nya.. dhe suka๐Ÿ™‚

  4. Akankah kau luruh seperti senja, beralih pergi karena mentari memilih belahan bumi lain
    Namun purnama tak juga hadir memberi indahnya…

    Senja… Membuat saya mengingatnya -lagi-

    Puisinya mantab!!๐Ÿ™‚

Berkomentarlah dengan bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.. :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s