Story Pudding : Hingga Maut Memisahkan

Sama sekali tidak pernah dibayangkan oleh perempuan muda ini akan mendapati kenyataan hidup yang cukup getir dalam hidupnya, siapa yang menyangka kalau perempuan itu adalah seorang janda. Ya, sama sekali tidak pernah diharapkan oleh perempuan itu kalau dia akan menjadi janda dalam usia 21 tahun.

Perempuan ini adalah istri dari kakak saya, namanya Neng. Kak Man (almarhum kakak saya), adalah seorang yatim piatu sejak kecil, dan karena itu abah saya mengurus dia sejak ayahnya meninggal. Kak Man adalah anak asuh kesayangan abah, dia penurut, selalu tau apa yang sedang abah butuhkan, dan juga dia adalah laki-laki pekerja keras. Itulah kenapa kakak saya itu mendapat tempat yang sedikit lebih spesial di mata abah saya, dibandingkan anak-anak asuh abah yang lain.

Pada akhir tahun 2006, Kak Man akhirnya mulai berhubungan dengan Neng, kala itu Neng masih SMA kelas 2 dan kakak saya sudah kuliah. Mereka tetap nekat berpacaran meskipun keluarga Neng menentang, saya tidak tahu pasti alasannya. Lika liku perjuangan mereka mempertahankan cinta mereka pun terbilang cukup berat, tapi kak Man tidak pernah menyerah. Meskipun backstreet atau kucing-kucingan, mereka terus saja berhubungan. Hingga pada akhirnya ketika Neng kelas 3, sekitar 5 bulan sebelum kelulusan, ayahnya Neng mengalah. Kesempatan emas itu tidak disia-siakan oleh mereka, maka merekapun akhirnya melakukan lamaran supaya nantinya ayah Neng tidak berubah pikiran. Tapi ketika hendak lamaran, keluarga dari kak Man yang angkat bicara tidak setuju. Usut punya usut, problem dua keluarga ini adalah karena masalah “sunda”. Saya sendiri heran padahal keluarga mereka berdua adalah sama-sama orang sunda, trus apalagi yang dipermasalahkan?? Hampir saja gagal lamaran tersebut, tapi alhamdulillah tetap terjadi.

pernikahanKak Man dan Neng

Tahun 2008, tidak lama setelah Neng tamat SMA, pernikahan pun digelar dengan cukup meriah ala orang sunda. Saya baru tahu tradisi saweran pun gara-gara pernikahan mereka, tradisi unik menurut saya. Dan saat pernikahan kak Man itulah, untuk pertama kalinya saya melihat abah saya menangis. Pernikahan mereka berjalan harmonis, meskipun diawal pernikahan mereka terjadi masalah ekonomi yang cukup susah. Putri kecil mereka pun akhirnya hadir di tengah kehidupan mereka pada tahun akhir tahun 2009, kado dari Tuhan sebagai penguat pernikahan mereka. Saat-saat yang bahagia tentunya, pernikahan yang masih serasa pengantin baru ditambah lagi dengan hadirnya buah cinta yang lucu, Nefisa. Harusnya saat-saat itu menjadi moment yang akan dikenang sebagai kenangan manis ketika mereka tua kelak, tapi takdir memang tak bisa ditolak. Ketika putri kecil mereka masih berusia 3 bulan, saat itu juga kak Man kecelakan motor. Sebuah truck besar menghantam tubuhnya yang tengah asyik mengendarai motor pagi itu. Langsung dia dibawa kerumah sakit, fisiknya masih utuh, hanya saja dokter mengatakan kalau banyak tulangnya yang remuk di dalam. Astaghfirullah. Kak Man sempat dirawat beberapa hari dalam keadaan koma, hingga pada akhirnya dia meninggal untuk selama-lamanya. Meninggalkan istri yang masih sangat membutuhkan dia sebagai suami, meninggalkan anak yang bahkan sama sekali belum mengenal dia sebagai ayah.

babyNefisa dan Neneknya

Sebuah kenyataan yang membuat Neng jatuh, cukup lama. Kenyataan yang menurut dia terlalu cepat untuk dia rasakan, berbulan-bulan, bahkan mungkin lebih dari 1 tahun dia selalu menutup diri mengenang almarhum suaminya. Tubuhnya menjadi kurus, seolah harapan dia untuk merasakan bahagianya hidup sudah ikut terkubur di pusara suaminya. Hingga pada akhirnya, putrinya menjadi sering sakit, mungkin karena dia merasakan kesedihan mendalam yang dirasakan oleh ibunya. Sembuh sakit ini, berganti sakit yang lain. Dan karena kejadian inilah akhirnya dia sadar bahwa masih ada anaknya yang butuh dia, hingga dia sempat berucap, “Cukup ayahnya saja yang menjadi yatim piatu sejak kecil”. Sebuah kekuatan baru, cahaya baru, harapan baru akhirnya datang juga menjemputnya. Kini Neng sudah kembali seperti dulu lagi, dia pun akhirnya memutuskan untuk kuliah. Dan setiap kali dia main ke rumah, orang tua saya selalu menyuruhnya untuk segera menikah lagi kalau memang calonnya sudah ada. Usia sekarang mungkin sekitar 24 tahun, masih muda, seorang janda, mempunyai 1 anak, bukankah alangkah baiknya untuk segera menikah lagi?? Supaya terhindar dari fitnah, supaya ada imam untuk dia dan putrinya.

Saya sendiri selalu berharap semoga nantinya saya mempunyai waktu yang cukup banyak untuk saya dan suami saya kelak, membuat jembatan ke surga berdua bukankah lebih asyik daripada sendirian?? hehe๐Ÿ˜€. Tapi apapun itu takdir Tuhan, ketika orang yang kita sayang sudah lebih dulu menghadapnya, kita harus ikhlas menerima keadaan. Bersedih boleh asal tidak berlebihan, karena di setiap pertemuan pasti ada perpisahan, apapun itu bentuk perpisahannya. Dan satu lagi, perjuangkan cintamu!!

Cerita PernikahanKisah ini diikutsertakan pada “A Story Pudding For Wedding” yang diselenggarakan oleh Puteri Amirillis dan Nia Angga

*91’91*

106 thoughts on “Story Pudding : Hingga Maut Memisahkan

  1. innalillahi wa inna ilaihi roji’un,,
    semoga Almarhum mendapat tempat yg mulia di sisiNya, aamiin,,
    dan sanak keluarga yg ditinggal diberi ketabahan dan keikhlasan serta terus semangat….

    aduh dhe,, pagi2 dah dibikin meloww.. hiks..hiks…

  2. kejadian yang menyedihkan bagi neng ya dhe..mbak put bisa merasakannya. di masa muda sudah menjanda, tapi alhamdullillah neng sudah bangkit lagi saat ini. semangat terus neng membesarkan anakmu dan lanjutkan kuliahmu sampe selesai agar kau ada modal membesarkan anak2…
    btw makasih ya dhe udah ikutan story pudding…

  3. Wuiiihhh….serius bgt nih Dhe postingannya *tumben heheheh*.
    InsyaALLAH Neng kuat ya, apalagi ada Dhe, abah, dan keluarga lainnya yg selalu mendukung, Aamiin.

    Gudlak ngontesnya Neng๐Ÿ˜‰

  4. wahh rumahnya baru yachh….tp tulisannya jd kecil-kecil….

    duhh aku suka sedihh kalo denger ada orangtua yg meninggal smentara anak2nya msh kecil…tp itu sdh takdir…smoga neng bisa menata kembali masa depannya demi anaknya…..

    sukses yach utk kontesnya……

    • tapi tetap masih bisa dibaca kan mah?? dhe lagi pengen suasana baru aja, makanya ganti cat..๐Ÿ˜€

      aamiin, semoga Allah selalu memudahkan dia dan putrinya.. thx mah..

  5. Makasih buat partisipasinya yah..
    Neng adalah orang kuat dan hebat.Anak merupakan salah satu alasan bagi kita untuk tetap “hidup”
    semoga neng dan semuanya selalu dalam lindungan Allah dan dimudahkan segala urusannya, dan cepat dapat jodoh lagi. Amien

  6. Yah, Alloh … innalillahi wa inna ilaihi rojiโ€™un,,
    kok kisah cinta yang berliku berakhirnya tragis yah? bukan berakhir dengan bahagia …
    semoga Nefisa bisa menguatkan Teh Neng untuk meraih kebahagiaan itu …

  7. Mungkin iba saja tidak cukup, kiranya hanya doa saya ‘semoga yang sudah meninggal mendapat tempat yang baik disisi Nya, dan yang ditinggalkan dapat menata hidupnya lagi dengan lebih baik.

    Sukses buat kontesnya Mbak.

    Salam.. .

  8. Dinamika kehidupan, ada yang tua ada yang muda, ada yang senang ada yang susah, ada yang datang ada yang pergi, ada yang lahir ada yang meninggal dunia. Allah menciptakan kehidupan ini dengan berbagai keseimbangan.

  9. Semoga kakak iparmu tetap tabah dan kuat menjaga putranya.. dan segera bertemu dengan seseorang yang bisa menjadi imam baginya.. Aamiin๐Ÿ™‚

    *sukses buat kontesnya ya Dhe๐Ÿ™‚

  10. Semoga Nefisa bisa menjadi anak yang berbakti kepada orang tuanya kelak. Amiinnn…
    Btw Dhenok pintar bercerita, cara menyampaikan dan urutan2 cerita bagus dan enak dibaca.

  11. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un…
    sedih deh mbak ceritanya๐Ÿ˜ฆ
    semoga keluarga yang ditinggal bisa terus sabar dan tetep semangat
    semoga si kecilnya juga nanti jadi anak yang sholeh dan berbakti sama ibunya serta bisa mendoakan ayahnya

  12. Hidup. mati, rejeki semua Allah yang mengaturnya.
    Rahasia Allah.Sebagai manusia kita harus mensikapinya dengan bijak dan menyadari bahwa kita berasal dari-Nya dan suatu saat pun entah kapan kita psti akan kembali kepada-Nya.
    Kisah yang luar biasa sahabat

  13. Hmm..kisah yang mengharukan mbak..ya allah semoga neng dan anaknya kuat, semoga tumbuh menjadi putri sholihah yang bisa mendoakan ayahnya setiap saat…
    kandidat juara nieh mbak..semoga menang..
    bener bener bermakna…dalam…

  14. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un…
    Cukup berat ujian hidup Neng ya…
    Semoga tetap semangat selalu menghadapi hidup ke depan..
    Dan semoga putri kecilnya bahagia selalu…
    Salam sukses utk Neng..๐Ÿ™‚

  15. sesungguhnya setiap cobaan itu datang bersama dengan pengampunan dan kasih sayangNya. Tidak mudah memang jika ditempatkan pada posisi seperti itu, tapi saya yakin, dengan dukungan semua keluarga, semua bisa dijalani, diterima dengan hati ikhlas dan lapang dada.

    InsyaAllah, kelak akan dipertemukan lagi di dalam JannahNya, amin

    salam

  16. kisahnya mengharu biru
    mana saat membaca ini cuaca sedang mendung
    hampir aja mrebes mili
    untungnya banyak anak2 yg sliweran hehehe

    sebait doa tulus untuk Neng dan anaknya agar diberi kekuatan dan kemudahan dalam menjalani hidup, aamiin!

    soal jodoh? nanti juga akan ada jika Dia sudah berkehendak๐Ÿ™‚

    good luck kontesnya ya Dhe

  17. Pingback: Leukimia Membawanya Pergi | Perjalanan Panjang

Berkomentarlah dengan bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.. :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s