Tuhan itu ADA

Bismillah..

Giveaway dari mbak Fanny kali ini cukup berat temanya, jadi agak sedikit serius saya mbahasnya, soalnya sayang banget kalo nggak serius karena blog adalah  media saya untuk belajar.

Saya bukanlah orang yang ahli dalam bidang agama, jadi ketika ada sahabat saya bertanya tentang sesuatu yang menyangkut masalah agama, saya pasti lebih memilih untuk memberikannya buku mengenai masalah yang dia tanyakan supaya dia bisa memahaminya sendiri daripada saya harus menjelaskan. Saya hanya takut kalau nanti ketika saya menjelaskan langsung dari mulut saya, saya malah salah. Karena bagi saya, agama itu adalah urusan kita dengan Pencipta kita, masalah kita dengan hati kita.  Tapi kali ini, saya akan mencoba sedikit memberikan review buku tentang atheis. Kenapa saya tertarik?? Suapaya nanti ketika ada sahabat saya yang bertanya tentang atheis, saya bisa memberikan buku ini supaya dia bisa belajar untuk memahami sendiri (berharap menang :D). Ada sebuah buku yang membahas masalah atheis, judul bukunya “Menjawab Ateis Indonesia” karya Eko Aryawan. Saya sendiri belum pernah membaca bukunya, itulah kenapa disini saya akan mencoba menjelaskan tentang atheis semampu saya dan sedikit bantuin review buku yang sudah mbak Fanny jelaskan disini.

atheis

Sebagai seorang muslim, saya sangat percaya bahwa Tuhan itu ADA, Allah SWT. Sebagaimana tertuang di dalam rukun iman yang saya imani, percaya kepada Allah, percaya kepada Malaikat, percaya kepada kitab Allah, percaya kepada Rasul, percaya kepada hari kiamat, dan percaya kepada qada’ dan qodar. Sedangkan atheis, mereka adalah golongan orang-orang yang tidak mengakui adanya Tuhan. Mereka sering kali menyanggah tentang keberadaan dan keESAan Tuhan. Saya sendiri baru tahu kalau atheis itu ada 2 kelompok, yaitu atheis lemah dan atheis kuat. Selengkapnya kalian bisa baca di blognya mbak Lyliana Thia, thanks infonya mbak. Contoh pertanyaan yang sering dilontarkan oleh para atheis adalah, “Jika semua diciptakan oleh Tuhan, lalu siapa yang menciptakan Tuhan?”. Padahal di dalam QS.Al-Ikhlas, Allah sudah menjelaskan dengan cukup jelas siapa Dia. Berikut adalah terjemahannya :

1. Katakanlah: “Dia-lah Allah, yang Maha Esa.
2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
4. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.

Jujur saya sendiri belum pernah bertemu dengan orang yang mengaku dirinya atheis. Tapi dari perjalanan singkat saya mencari selak beluk tentang atheis, saya menemukan pertanyaan lain yang juga sering dilontarkan oleh atheis,  “Jika Tuhan itu memang ada, mengapa ada bencana, kelaparan, peperangan, wabah penyakit dan kemiskinan?”. Pertanyaan ini sama seperti kisah seseorang yang bertanya, “Jika ada tukang cukur, mengapa masih ada orang yang rambutnya berantakan tak terurus?”. Jawabannya jelas, karena masih ada orang yang tidak mau ke tukang cukur. Sama saja dengan berbagai penderitaan dalam hidup manusia yang muncul karena manusianya yang tidak mau “datang” kepada Tuhan.

Menurut saya atheis itu hanyalah tameng dari orang-orang yang kecewa akan hidupnya. Mereka sembunyi dibalik nama atheis karena mereka merasa bahwa Tuhan itu tidak adil kepada mereka, mereka selalu ditimpa masalah, beban hidup, cobaan bertubi-tubi, dsb. Padahal kalau mereka mau berfikir sedikit saja, masalah-masalah itu tidak mungkin didatangkan Tuhan tanpa sebab. Tuhan menyukai hambaNya yang selalu bekerja keras, yang tidak pernah menyerah, yang berusaha untuk selalu bersyukur, yang sabar, yang selalu berdo’a kepadaNya. Dan ketika kita sedang dihadapi berbagai macam kesulitan, itulah cara Tuhan mengajarkan kepada kita tentang kerja keras dan usaha, bukan karena Tuhan menginginkan kita menderita.

Sahabat, Tuhan itu ghaib. Ketika ada banyak kebesaran Tuhan yang tidak bisa kita jangkau oleh akal pikiran kita, balikkan kembali ke iman kita. Karena tidak banyak manusia yang mendadak stress hanya karena mereka terlalu jauh memikirkan tentang hal-hal yang tidak bisa dijangkau oleh akal pikirannya. Dan mungkin juga awal mula atheis itu karena mereka terlalu berlebihan memikirkan tentang hal yang tidak bisa dijangkau oleh akal pikiran mereka, itulah kenapa akhirnya mereka mulai meragukan keberadaan Tuhan.

So, rugi banget mereka-mereka yang tidak percaya kepada Tuhan. Bukankah tujuan hidup kita cuma satu, Tuhan. Karena itu, marilah kita selalu “datang” kepada Tuhan. Islam sudah memberikan waktu 5x dalam sehari, supaya kita bisa berdialog dengan Rabb kita. Dan kalau 5 waktu itu belum cukup, ada banyak ibada-ibadah sunnah lain sebagai sarana kita untuk curhat kepadaNya. Ingatlah bahwa kita yang membutuhkan Tuhan, sedangkan Tuhan tidak membutuhkan kita.

Sedikit pesan, mulailah untuk selalu positive thinking dengan semua yang terjadi di hidup kita. Dan ketika kehidupan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, berdamailah dengan kenyataan, karena mungkin Tuhan sedang menyiapkan kehidupan yang lebih baik untuk kita di depan.

Tulisan ini diikutsertakan dalam giveaway Sang Cerpenis, review buku MENJAWAB ATEIS INDONESIA

*91’91*

116 thoughts on “Tuhan itu ADA

  1. Tuhan Maha Benar dengan segala firman – Nya. Kepadanya lah kita bermohon dan minta ampun. Orang yang diuji dengan berbagai macam cobaan hidup duniawi hakekatnya sedang dinaikkan derajatnya oleh Allah SWT. Jika dia bersabar dalam kepahitan hidup duniawi yang mementingkan materi dan terus bermohon, beribadah, taat menjalankan perintah – NYA, kelak pahala tanpa hizab akan menyapanya. Namun jika dia putus Rahmat dari Allah, sebagaimana kaum atheis itu digambarkan dalam prolog tulisan ini karena keengganannya mengakui adanya Tuhan, maka Tuhan telah memberikan ancaman jika hari berbangkit telah tiba.

  2. Mumpung membahas masalah agama, saya ingin bertanya satu hal. Benarkah Allah menciptakan seluruh alam semesta untuk membahagiakan Nabi Muhammad, semata-mata karena cinta-Nya pada Nabi Muhammad?
    :soalnya ada teman yang bertanya seperti itu kepada saya:

    • yang saya tahu, Allah menciptakan seluruh alam semesta karena Allah ingin menunjukan tanda-tanda kekuasanNya kepada seluruh umat manusia. Jadi bukan hanya karena semata-mata cintaNya kepada Nabi Muhammad, saya sendiri belum pernah membaca hadist/firman Allah yang menjelaskan tentang “Allah menciptakan alam semesta karena cintaNya kepada nabi Muhammad”. Wallahu’alam, hanya Allah SWT yang tahu sebab-sebab mengapa DIA menciptakan sesuatu.

  3. Kontes bejibun tapi saya kog mau ikut gak bisa ya…bukannya gak tertarik…kalo kontesnya makan mie ayam saya pasti ikut…Semoga suksess ya dhe

    SalamPLUR

  4. luar biasa … jempol banget tulisan kali ini serius banget.

    secara langsung bertemu dengan orang yang mengaku dirinya atheis, belum pernah. Hanya saja tidak sedikit bertemu dengan orang -orang yang dari tutur kata dan cara biacara mengarah ke sana.

    Menapik segala bentuk kondisi kehidupan yang dijalaninya, karena merasa banyaknya ujian yang terlami adalah ketidak adilan Alloh yang diberikan kepada yang bersangkutan. Padahal dia manusia sendiri tidak pernah merenung, kenapa semua itu teralami.

    Dan kalo sebenarnya dia menyadari bahwa segala bentuk kesenangan dan kesusahan adalah ujian yang diberikan ALloh pada manusia, apakah dengan kondisi yang demikian semakin mendekatkan diri ato justru menjauh dari rohmat Alloh.

  5. Walah bener juga, tema nya berat, tapi kalau di ulas secara santai jadi enak. Dan mengenai apa itu Agama, saya jadi teringat film Sang Pencerah.

    Saat tokoh utamanya di tanya apa itu agama, dengan santainya sang tokoh ambil biola dan memainkan sebuah irama yang enak di dengar sampai semua yang ada di sekitarnya merasa nyaman dan tentram. Dan saat sang penanya di beri biola, dan memainkan sebuah irama. Suara yang keluar membuat sakit telingga. Itulah makna agama, kalau di pelajari dan dijalankan dengan benar, akan membuat nyaman dan tentram sekelilingnya. Tapi kalau di mainkan secara ngawur, tentunya akan banyak kegaduhan dan keonaran hanya karena memaknai agama secara picik.

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  6. kadang kita lupa kalau kita memiliki Tuhan, namun semakin sering akal kita dibentrokkan dengan pemikiran ateis, kita akan sadar kalau kita ber-Tuhan…
    hehehehe… berat yah komennya?

  7. “mulailah untuk selalu positive thinking dengan semua yang terjadi di hidup kita. Dan ketika kehidupan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, berdamailah dengan kenyataan, karena mungkin Tuhan sedang menyiapkan kehidupan yang lebih baik untuk kita di depan.”

    setuju bgt dgn kata2mu yg ini… coz aku sendiri udh pernah ngalamin.

  8. setuju dhe.. saya jg belum pernah sih nemuin orang yang ngaku jujur bahwa dia atheis cuma kalau nemuin muslim yang seringnya ngeraguin akan adanya rabb mereka ya sering huehehe..semoga menang y dhe..

  9. Saya coba kesumber utamanya dulu ya?
    Nanti saya kunjungi lagi.
    Hehehe

    Tapi bener mas Tuhan itu memang ada.
    Tapi atheis kan juga punya prinsip masing2.
    Kita hidup dinegara yang demokratis.
    Kita tetep hargai mereka..

  10. Kalau atheis saya belum pernah ketemu atau punya teman atheis. Kalau orang yang ngakunya Islam tapi tak sholat dan puasa ada. Bahkan anehnya, meski tidak sholat dan puasa, dia tetap berzakat dan pergi haji. Kan sayang sekali…

  11. Saya sedikitpun gak pernah bertanya apakah Tuhan itu ada, tapi msh ingat saat msh keciiiilll bgt bahkan belum sekolah, saat usia 4 th mungkin saat prtama diajarin ngaji aku bertanya “trus yang nyiptain Tuhan siapa?” namun pertanyaan itu terasa konyol sekarang🙂

  12. Bencana atau apapun bentuk penderitaan yang dialami makhluk itu ada 2 kategori. Yang pertama Cobaan. Kategori ini ditujukan kepada hamba-hamba Allah yang Ber-iman. Masihkah dia mampu memegangi hatinya untuk tetap percaya kepada Alloh. hal ini seperti yang menimpa Nabi ayyub, zakariya, Nuh, (sebelum terjadi banjir besar) dan banyak orang2 sholeh lainya..Yang kedua Adzab, ini di berikan kepada Orang2 yang lalai dan tidak tidak mengindahkan Ajaran-ajaran Alloh. Seperti kaum luth (homo sexual), kaum nabi sholeh ( khianat) dan masih banyak lagi yg lain. Walah, malah kayak posting..Cuma berbagi mbak.

    • bener banget mas, itulah kenapa alangkah baiknya ketika kita sedang ditimpa musibah, kita selalu menganggap bahwa itu adalah cobaan dari Allah, bentuk rasa sayang Allah dalam menguji keimanan hambaNya.. thx sudah berbagi..🙂

  13. itulah berbedaan antara seorang yang dikaruniai rejeki berupa hidayah dan hati yang terang…tanpa itu semua akal ini akal berjalan sesuai kehendak nafsu…sedang tubuh ini lemah dan manusia harus bisa menyadari itu…

  14. Kunjungan silaturahmi pagi di sahabat gamazoe…
    Hanya Allah-lah tempat kita meminta dan hanya kepada Allah-lah kita beribadah sahabat…
    Terima kasih atas berbagi artikel yang bermanfaat ini

  15. Yang lebih menggenaskan lagi terkadang dari kita banyak yang beragama Islam tapi juga tidak tahu bagaimana sesungguhnya ajaran Islam itu yang sesungguhnya.
    Hanya mengenal Islam di kulitnya saja.Andaikan semua orang mengenal “Islam” dengan sesungguhnya maka akan damailah dunia ini.

  16. waduuhh..
    sedih banget saya mbacanya.
    sedihnya bukan kenapa-napa… karena ga ngerti aja apa yang diomongin.
    ke-serius-an ini topiknya.. otak saya ga nyampe kayanya mah ini. (-_-)v

  17. mengomentari paragraf terakhir dhe…
    mana ada ateis tujuan hidupnya adalah tuhan…??
    kadang kalo kita berdebat lebih baik mengikuti arus dan membelokkannya….
    jadi kalo dhe ngomomng gitu orang ateis ya mana percaya dan hanya tertawa….😛

  18. memang tuhan itu ada, apabila difikir secara logika pasti akan menimbulkan banyak pertanyaan yg aneh2. pada dasarnya kita (manusia) diberi akal pikiran yang terbatas, dan akal ini tidak akan mampu menjawab pertanyaan2 yang aneh tsb. jadi yang penting percaya dengan sepenuh hati, karena kalau sampai ada keraguan dalam hati itu sama saja tidak beriman.

  19. such a good review.
    Saya belum pernah ketemu yang jelas2an mengaku kalo mereka adalah atheis, lagian di negara kita mostly beragama walaupun gak tau juga mereka melaksanakan ritualnya or not.
    Ada juga beberapa pernah liat yang menuliskan agnostic in the FBs.
    Whatever it is … People believe what they believe.
    Menurut saya kepercayaan sangat privat yang saya tidak berani menyenggol2 (eh apa ya kok disenggol heheheh)

    Change subject, please! *bingung*

  20. Alhamdulillah postingannya bagus nih. apalagi pesan terakhir nya itu cocok banget seperti yang biasa Pak Mario Teguh ucapin di akhir acara, hehe.

    saya suka banget yang tukang cukur itu. kalau mau terurus rambut nya gak berantakan ya temui tukang cukur ya, begitupun kalau mau terurus oleh Allah dan gak mau hidupnya berantakan ya temui Allah

    subhanallah..

  21. Pingback: Ketika Kontes Bertebaran di Blogsphere | Perjalanan Panjang

  22. Pingback: Hasil Ngontes | Perjalanan Panjang

Berkomentarlah dengan bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.. :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s