Pulau Kemaro

Hari ini saya akan membahas tentang salah satu objek wisata yang ada di Palembang, Pulau Kemaro. Kalo akhir-akhir ini sahabat sering nonton tv, pasti sahabat pernah melihat pulau Kemaro. Soalnya akhir-akhir ini banyak banget reality show yang temanya berwisata ke Palembang, mungkin karena Palembang akan menjadi tuan rumah Sea Games kali yaa makanya diliput mulu. Tapi it’s oke lah, bagi yang belum pernah melihat atau berkunjung ke Pulau Kemaro, simak baik-baik liputan saya kali ini.😀

Pulau kemaro itu adalah sebuah pulau yang ada di tengah-tengah sungai musi. Maksud dari pulau Kemaro adalah pulau yang tidak pernah digenangi air, jadi meskipun sungai musi sedang banjir airnya nggak pernah sampe masuk ke area pulau Kemaro. Pulau ini menyimpan legenda tentang kisah cinta Siti Fatimah putri Raja Palembang dengan Tan Bun Ann anak Raja Cina, selengkapnya kalian bisa google sendiri deh. Jarak pulau ini dari Ampera sekitar 6 km, jadi bagi sahabat yang tidak mempunyai ilmu kayak mak lampir gitu yang bisa berjalan diatas air, saya sarankan untuk tidak ke pulau kemaro dengan jalan kaki,😀. Di pulau ini terdapat sebuah kelenteng yang tinggi, ada yang bilang sih itu pagoda berlantai 9. Pulau Kemaro sangat ramai ketika perayaan Cap Go Meh, jadi kalo niat sahabat cuma pengen jalan-jalan saya sarankan untuk datang pas hari-hari sepi aja, biar puas keliling pulau.

Untuk sejarah lengkapnya kalian bisa search di google aja ya, soalnya saya ingin pamer foto aja di postingan kali ini. Tanpa basa basi, langsung mulai.

Nah berhubung saya dan sahabat-sahabat pada nggak bisa jalan di atas air, makanya kami naik getek sebagai alat transportasinya. Harganya kalo belum berubah 15ribu/kepala, naiknya dari BKB (Benteng Kuto Besak).

Begitu sampai di pulau kemaro, langsung foto dulu di jembatannya. Tetep, narsis😀.

Hmm, kalo kalian sudah mengunjungi gamazoe sejak awal pertama kali dirikan, pasi pernah melihat photo ini. Ini adalah pintu masuk ke pulau kemaro. Masuk ke pulau ini kita akan langsung merasa makmur sejahtera lho, nggak percaya?? Cobain aja sendiri.

Begitu masuk ke dalam, kita akan disuguhi oleh pemandangan indah dari pohon-pohon tinggi yang ada disini. Cantik banget, dan suasana disini benar-benar adem, pohon yang rimbun plus angin sepoi-sepoi.

Foto diatas adalah sebuah tong yang gede banget. Saya nggak tahu fungsi tong itu awalnya untuk apa, tapi sekarang tong itu sudah berisi dengan pohon-pohon kecil.

Ini dia tokoh utama di pulau Kemaro, kelenteng yang super tinggi, kelenteng  Hok Tjing Rio. Keren banget deh pokoknya.

Kalian melihat ada seorang nenek cantik di tengah-tengah kami?? Nenek itu boleh dibilang salah satu pengurus pulau Kemaro. Dan dari cerita yang nenek tersebut berikan, nenek itu sudah tinggal di pulau itu selama 20tahun lebih tanpa keluar pulau. Waw, hebat.

Patung warna hitam ini menghiasi bagian kiri dan kanan kelenteng utamanya. Saya nggak tahu namanya apaan, tapi mungkin patung ini adalah simbol pengawal yang menjaga kelenteng. Sekedar info, jangan heran dengan pose diatas, itu sudah termasuk kategori normal dan layak posting kok.

Di pulau Kemaro ini adalah sebuah pohon yang disebut pohon cinta, konon katanya kalau ada muda mudi yang mengukir nama mereka dipohon ini maka hubungan mereka akan sampe ke pelaminan. Bagi yang pengen nyoba, silahkan datang ke pohon cinta😛. Pohon cinta ini adalah pohon tercantik di pulau Kemaro tapi sayang sekarang udah nggak boleh dipanjat lagi.

Hahahaha, saya selalu tertawa melihat foto ini. Sahabat saya bangga banget ketika dia bilang bahwa perutnya sama dengan perut patung Budha itu. Kalau mereka jadi kakak-adik cocok kali yaa, hehe. *piss brader

Ini juga nih sih panda, nggak malu ya masih aja ciuman padahal ada kami disana. Bagi anak-anak dibawah umur, tutup mata yaaa. Hahahaha😀

Dan ini adalah patung-patung para pemain Sun Go Kong, liatin aja kalo nggak percaya. Patung-patung ini berada di bibir pulau, jadi kesannya kayak pagar gitu.

Perjalanan selesai, ada beberapa tempat yang tidak sempat kami foto, yaitu tempat inti ibadah mereka yang didalamnya juga terdapat makam Siti Fatimah dan Tan Bun Ann. Kapan-kapan lah kalo saya kesana lagi. Dan akhirnya, kunjungan pun berakhir.

Do’a di pintu keluar ini bagus, semoga panjang umur. Dan alhamdulillah sampai saat ini, saya masih panjang umur. Emang ada hubungannya yaa??

Berangkat naik getek, pulang juga naik getek dong. Mamang geteknya baik banget udah sabar nungguin kami berjam-jam. Sayonara pulau Kemaro, semoga kita berjumpa lagi nanti.

*91’91*

105 thoughts on “Pulau Kemaro

    • hahahahaha, soalnya mereka2 ntu kalo foto posenya jarang yang normal Lung..

      oya lupa padahal itu penting yaa, masuknya GRATIS kok.. cuma bayar geteknya aja.. semoga sekarang dan selamanya tetep gratis..😀

  1. mba saya hampir tiap tahun ke palembang rumah mertua… tapi belom pernah kesampaian mampir ke pulau kemaro… pengeeen… tapi di palembang cuma sebentar siy…. yg paling utama wisata kulinernya … hehehe

  2. Ingat pulau ini ingat Sungai Musi yang lirik lagunya begitu tenar dinyanyikan Alfian berjudul Sebiduk di Sungai Musi di era tahun 1967. Tentu saja Palembang dengan kuliner khasnya Pem-pek kok ndilalah saya temui Minggu malam kemaren saat bertandang ke rumah tetangga wong kito Palembang yang menyuguhkan makanan khas Pem-pek nya.

  3. Waktu saya dinas di Palembang sering ke pulau itu terutama kalau acara Cap Go Meh. Juga pernah mengajak ibu2 dari Jakarta kesana. Mereka senang, ikutan ngramal nasib segala.

    Asyik naik kapal itu ya, rame sekali di Sungai Musi dengan perahu2 yang hilir mudik.

    Salam hangat dari Surabaya

  4. terimakasih Dhe utk foto2 nya yg bagus2,
    jadi serasa ikut diajak jalan2 juga 🙂

    kelihatan sekali Pulau Kemaro ini bersih banget ya Dhe , gak kelihatan sampah berserakan disana ,
    semoga saja tetap terpelihara keindahan dan kecantikan kelenteng ini ya Dhe
    salam

  5. Awalnya aku kira pulau Kamaro eh itu nama belakang briptu Norman Kamaro ya hehehe. Pulau Kemaro nya kayaknya enak euy…teduh…. Seru ya kalau masih gadis…jalan2 sama temen terussss…🙂

  6. walah mbak…photo photonya cantik..asli kebersamaan sama kawan kawan yang indah..dah jadi emak emak nieh lupa kapan kebersamaan seperti itu terjadi yah..hehehe..dah lama sekali kayaknya nggak traveling rame rame ma kawan/sahabat..
    btw jadi pingin ke palembang juga neh..

  7. Dhe,..tu gentong kayaknya buat nyemai benih dari biji2an yg jatuh dari atas pohon deh…trus kira2 ada pohon trembesi ga disana?? eheheh

    masuk pulau kemaro bayar ga Dhe??
    kapan2 kudu kesana nih!Dhe harus jadi guide-nya..wajib!

  8. ehh aku pernah nonton sinetron ttg ceritanya siti fatimah sm Tan Bun Ann…kalo ngga salah akhirnya mrk bunuh diri yachh?

    duhh kayaknya asyik banget yach pulaunya…pasti betah banget disana…tp kalo aku teuteup takut naek getek soale ngga bisa berenang hihihi…

  9. Akhirnya, melihat “penampakan” yang utuh di postingan ini, hehehe…

    Kemaro, saya tahu dari beberapa blog yang membahasnya, kalo yg tayangan televisi malah belom pernah nonton…

  10. Saya tahuuu! Saya dulu tahun 2008 waktu lebaran di Palembang (kampung halaman ayah saya), kami naik kapal menyusuri sungai Musi. Tapi kami gak ke Pulah Kemaro-nya sih, cuma dari jauh aja lihat.
    Dan yang paling saya ingat ya pagodanya itu.:mrgreen:

  11. Pingback: Thanks Pempek candy-nya yah jeng..! | My new world

Berkomentarlah dengan bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.. :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s