Ketika LDR Menjadi Pilihan

Sebelum saya menulis lebih lanjut di postingan ini, saya mau bertanya adakah yang belum tahu apa itu LDR?? Kalo beneran ada berarti sahabat mengingatkan saya dengan tokoh Raditya Dika di film Kambing Jantan, jangan dibahas soalnya itu tidak termasuk dalam topik. LDR itu Long Distance Relationship, bahasa lainnya hubungan jarak jauh. Misalnya yang cewek di Palembang, yang cowok di Jogja, nah itu bisa dibilang LDR. Hahahaha, saya minta kena gebukin para blogger nih, jelasinnya kayak jelasin ke anak SD aja. #pissAh😀

Adakah saat ini sobat blogger yang sedang menjalankan LDR atau pernah merasakan LDR?? Bagi yang sedang, saya cuma bisa mendo’akan semoga sobat blogger dan pasangan selalu adem ayem hingga tak LDR lagi. Bagi yang pernah, toss dulu ah, soalnya saya juga pernah merasakan LDR meskipun cuma 1 tahun. Cuma?? Iyalah cuma, dibandingkan mereka-mereka yang betah berpacaran hingga hampir puluhan tahun, berarti hubungan saya yang 1 tahun kan wajar kalo dibilang cuma.😛

Selama saya menjalankan LDR dulu, itu adalah sebuah pengalaman yang luar biasa untuk saya. Meskipun saya dan pasangan cuma berbeda kabupaten yang jaraknya nggak sampe 2 jam, tapi itu udah termasuk LDR menurut saya. Dulu pasangan saya lumayan sibuk soalnya dia udah kerja, sedangkan saya dulu masih menjadi siswa SMA yang hendak mengikuti ujian nasional, jadilah kami sama-sama sibuk sendiri. Selama kami pacaran yang 1 tahun ntu, mungkin pertemuan kami nggak sampe 20 kali. Kalau diperbandingkan, dukanya jauh lebih banyak daripada sukanya. Cobaan yang datang menguji pun luar biasa dahsyat. Dan bener banget kalo point penting dari LDR itu adalah kepercayaan dan komunikasi. Tapi ya meskipun saya sudah mencoba berbagai cara untuk bertahan, tapi tetap saja saya benar-benar menyerah untuk meneruskan hubungan jarak jauh tersebut.

Berbeda sekali dengan mbak Tarry dan pangeran sarungnya yang luar biasa dahsyat dalam mengarungi bahtera hubungan jarak jauh mereka, bermula dari mereka berbeda desa dan kemudian lanjut menjadi beda negara. Cobaan pun menjadi berat ketika mereka hendak melanjutkan hubungan mereka ke pelaminan karena pada saat itu mbak Tarry sedang berada di Hong Kong dan sang calon suami ada di Indonesia, benar-benar menjadi bukti bahwa saat-saat seperti itu memang sebuah kesetiaan dan kepercayaan akan pasangan pun diuji. Tapi Alhamdulillah meskipun pernikahan itu hampir tidak terlaksana, tapi akhirnya bisa terlaksana dengan cukup meriah, buah dari kesabaran mbak Tarry dan suami. Bukan hanya itu saja, ketika mbak Tarry dan suaminya baru merasakan indahnya menjadi pengantin baru, mereka pun harus bisa ikhlas dan nerimo akan keadaan yang mengharuskan mereka untuk pisah lagi. Mbak Tarry yang harus kembali ke Hong Kong dan tak lama kemudian sang suami pun terbang ke Taiwan, hubungan mereka sudah lebih dari LDR menurut saya.

pernikahan adat jawaMbak Tarry dan Pangeran Bersarung

Saya sama sekali tidak pernah berandai untuk memiliki kisah antar Negara, wong kisah antar kabupaten aja tidak bertahan lama kok, hehe. Rasanya itu pasti berat sekali, karena LDR ketika pacaran berbeda jauh dengan LDR ketika sudah menikah. Karena cinta biasanya membutuhkan sosok yang nyata, tapi kita hanya bisa berandai membayangkan sosok itu hadir di depan mata. Apalagi ketika sudah menikah, bukan hanya sosok, tapi ada banyak hal yang membuat cinta itu harus terjadi secara nyata. Saya benar-benar salute dengan mbak Tarry, bertahun-tahun hanya bisa berpacaran via hapeh dengan sang kekasih halal. Haaaahh, two thumbs deh mbak.

Ada pepatah yang bilang, “mendapatkan itu mudah, tapi mempertahankan itu sangat susah”. Ya, mempertahankan cinta itu sangat susah bagi mereka yang tengah menjalani hubungan jarak jauh. Kesetiaan, komunikasi, kepercayaan, dll. Ada banyak godaan yang akan membuat kita ragu terhadap pasangan kita, ada banyak kejadian yang mungkin akan menggoyahkan rasa percaya terhadap pasangan, dan juga keterbatasan komunikasi yang akan memberikan dampak buruk bagi pasangan itu sendiri. Tapi disitulah letak ujiannya sahabat, dan apabila kalian berhasil melewati saat-saat itu, kalian pasti akan menjadi pemenang. Dan sebentar lagi mbak Tarry dan suami akan kembali ke Indonesia setelah selesai menjalankan tugas sebagai pahlawan devisa negara, semoga nanti keluarga mbak Tarry bisa selalu harmonis. Dan mereka bisa menjadikan pengalaman LDR mereka untuk makin menguatkan cinta mereka dikala sudah dekat nanti, yang paling penting mah saya mendo’akan semoga mbak Tarry dan suami bisa segera memiliki momongan #aamiin. Jujur sampai saat ini saya berharap kalau saya tidak akan pernah merasakan LDR lagi, tapi ya jodoh kan rahasia Tuhan. Dan untuk berjaga-jaga, sepertinya saya harus private dengan mbak Tarry tentang bagaimana cara menjaga hubungan tetap langgeng dan harmonis dikala tengah LDR. Adakah sahabat yang mau daftar private juga bareng saya?? Hehe😉

“Artikel ini diikutsertakan dalam acara GIVEAWAY “CINTA ANTARA 2 NEGARA” yang diadakan oleh Tarry KityHolic”

giveaway hong kong

*91’91*

160 thoughts on “Ketika LDR Menjadi Pilihan

  1. wowww,, LDR?? cukup bagi saya merasakan kekejaman LDR, hahahah (curcol)
    saya jg pernah lho, hihih,,,
    ah, Dhe ini ada2 aja, paling cuma beda kabupaten aja dibilang LDR,, hahahah.
    LDR tu ya minimal beda propinsi..😀

    Salut deh buat mba Tarry,,,,

    Sukses Dhe ngontesnya

  2. Dhen … saya langsung angkat jempol dah utkmu …😉 … ngebahas LDR pas banget – tentang mbak Tarry pulak …trus diikutkansertakan dalam acara yang diadakan oleh Tarry KityHolic” … nicee … semoga menang ya …:P

  3. Kalo LDR di elektronika adalah Light Dependen Resistor, atau nilai dari komponen resistor yang dioengaruhi cahaya.
    Maaf ya komnenya gak nyambung Dhe…..
    hihihihi…..:mrgreen:

  4. LDR emang lebih berat, hehe, soalnya karakteristik LD-nya itu sendiri sudah merupakan ujian tersendiri kan (halah, sok bgt gw :P).

    anyway, ikutan kontes lagi nih, hahaha

  5. wuiih ngontes lagi si dhe…..ckckckc…ngga mau ngalah sama emak2 yachh hihihih….

    aku juga pernah LDR loch sm suami…mo ikutan kontesnya juga ahhhh….tapi blm dapat ide hihiihih…

    sukses yach utk kontesnya…smoga menggondol souvenir dr hongkong….bagi2 yak kalo dapat….

  6. eits.. Jangan salah, dalam LDR itu ada kenikmatan Cinta Yang sesungguhnya Kerinduan Yang Begitu Dahsyat dan Keinginan Untuk Segera Bertemu itulah kenikmatan cinta yang Luar Biasa. Namun, sedikit Orang Yang mampu mempertahankan Cinta yang seperti ini, Sebuah Cinta Yang Luar Biasa😥 …

  7. LDR? Bagaimana ya rasanya?😀
    Subhanallah, aku memiliki teman suami istri yang tinggalnya berjauhan. Suami tinggal di Kalimantan dan istri di Jawa. Sangat beruntung masih bisa pulang sekali setahun untuk menengok anak istri. Sepertinya badai sangat berat menimpa mereka. Alhamdulillah kini mereka sudah tinggal bersama🙂
    Semoga sukses pada acaranya Mbak Tarry ya, Dhe…🙂

  8. oo LDR yang ini tho…iya mudeng mudeng..soalnya diantara emak emak yang suka ikutan Milist ASI for Baby..ada istilah LDR juga tapi lain itu kepanjangannya..hehehe..buat emak emak yang kasih ASI aja itu ..buat adek dhe..yang long distance relationship aja yah..
    wah mbak tary hebat yah..aku juga dah baca kisahnya, mau ikutan give awaynya blom ada ide neh ..
    semoga sukses dengan LDR nya yah dhe..juga dengan kontesnya..🙂

  9. Waaaah, cinta yang terpisahkan jarak memang nggak mudah Dhenok. Saya sering mengalaminya, dengan orang yang sama tentu saja…hehe😀

    Yang paling berat adalah waktu awal menikah dulu. Baru satu minggu kita berumah tangga, dia sudah pergi buat melaksanakan tugas negara selama setahun…sama sekali nggak bisa ketemuan, cuman surat dan telpon doang…itu juga jarang😉

    Selamat buat kontesnya ya, sukses!

  10. waktu pacaran dlu, terpisah propinsi…
    setelah nikah terpisah kota walau masih dalam satu propinsi…
    sekarang ( beberapa bulan ini ) …sudah tamat, jd serumah dech….:) asiik….
    semoga kontesnya menang y dhe…

  11. baru tau sekarang, ada istilah LDR,, saya juga jarang kumpul ma suami, saat ini dia lg belajar kenegeri timur tengah,, baru setengah bulan, itu artinya perjalanannya masih panjang,,,berat sih, tapi apa boleh buat 😦

    semoga bisa menang mba,,

  12. huwaaaaaa…….. salut buat yg bs LDR sampe nikah… coz aku jg pengidap LDR dan gagal (duluu…. waktu msh kuliah). beda propinsi….. hikssss….. komunikasi lwt surat. krn hp saat itu mahalllllllllllllll……….. aq dh coba bertahan, rontok deh krn ad salah paham😦
    ah. jd inget yg lalu….. mlh curhat. hehehe…. tp skrg… gak mau LDR… pokokny ikt suamiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii kemanapun dia pergi😀
    sukses dhe kontesnya… moga menang ya….🙂

  13. LDR? Dulu pernah, bertahan dua tahun, sebelum akhirnya ada pihak ketiga. Alasan klasik dalam setiap LDR ya😛

    Kuncinya LDR itu sebenarnya satu: Saling Percaya. Nah, masalahnya adalah tidak semua orang memiliki kemampuan untuk percaya pada orang lain sekuat itu, selama itu, dengan jarak yang memisahkan, dan dengan sepenuh hati. Biasanya khan yang ikut LDR itu anak-anak muda, yang cenderung labil (termasuk saya😛 ), jelas sulit untuk bisa menjaga LDR.

    Salut luar bisa sama mbak Tarry dan suaminya #thumbsUp

  14. Ini saya lagi LDR-an sama sang kekasih. Saya di Jogja, dia di Makassar, hehe….
    Bener kata Riez, LDR-an sekarang nggak sesulit dulu, karena sekarang ditunjang oleh teknologi yg mumpuni, misalnya telepon atau sms pake HP, chatting di internet, video call, dan lain sebagainya, hehe….

  15. yang komen banyak BGT. tertanda banyak yg lagi LDR. Tapi menurut gue cuma satu kuncinya klo mau sukses LDR “saling percaya dan menghargai kepercayaan pasangan alias jangan serong”
    Klo mau serong noh di pasar, eh! itu kan terong?.hahahahaa

  16. Ha3x jadi ingat masa lalu. Saya dulu pernah LDR tapi gagal Mb. Si doi nikah duluan,……tapi saya segera dapat penggantinya yang sekarang menjadi ibu dari anak2 saya….

  17. LDR?
    duh, gak kebayang, untung aja gak pernah ngalamin, kalau pernah kayaknya gak bakal kuat deh ., krn ujiannya berat banget .
    daripada LDR , mendingan cari yg baru aja, yg deket, itu juga pasti ada ujiannya😦
    salam

  18. Kalau di dunia “per-ASI-an” ,ada istilah LDR = Let Down Refleks. Kalau pas LDR, ASI yang diperah bisa berlimpah…hahaha ah Dhe belum nyampai😀. Kl saya belum pernah menjalani hubungan LDR, berat kayaknya🙂

  19. aku juga udah hampir 4 tahun menjalani LDR Bandung – Tangerang😀
    setahun ketemu 20 kali mah masih banyak hehe ak tahun ini aja baru ketemu 4 kali😦
    tapi LDR itu sangat menyenangkan koq aku sih enjoy banget jalaninnya😀

    aku juga kagum banget sama mba tarry bisa LDR sejauh itu
    pasti kangennya bener2 menumpuk banget itu hehe

  20. wah temanya mbak tarry bgt ya hehe

    LDR memeng susah buat pasangan yg belom terbiasa dgn hubungan tsb tapi yg penting sih soal komunikasi dan kepercayaan itu aja kuncinya soalnya saya sudah mengalami sendiri. banyak juga hubungan dengan salah seorang satu kampung tp justru putus kkkkkkarena ketahuan berselingkuh hahaha….

    semoga give away nya bsa menang deh😀

  21. Nggak, saya saat ini gak LDR.

    Tapi dulu saya pernah. Ya saat saya kuliah di Bandung.
    Saya pacaran tiga kali dengan dua orang yang sama. Jadi, saat saya baru kuliah di Bandung, saya masih berpacaran dengan seorang wanita. LDR Surabaya-Bandung pertama itu bertahan hingga 6 bulan. Setelah itu putus.

    Lalu, saya pacaran lagi sama orang Surbaaya (kami bertemu saat saya liburan pulang), dan LDR lagi. Hanya bertahan beberapa bulan.

    Eh gak tahunya, saya gak kapok LDR. SAya balik lagi jadian ama yang pertama tadi. Kali ini bertahan cukup lama, setahun. Eh ladhalah putus lagi.😆

    Yang uniknya lagi, Dhe, dari ketiga kali pacaran di atas, semua bukan saya yang mutusin! YAng mutusin para wanita semua!!😆

  22. Hubungan LDR memerlukan kesabaran yg super ekstra, oleh karena itu sedikit sekali yg mampu bertahan, luar biasa buat mbak tarry, moga tetap langgeng dan meraih kebahagiaan….buat Dhenok : sukses 4you

  23. Hadeuhh.. mbak dhe.. kok pas banget sih tulisannya… klo kita naksir sama orang yang beratus2 kilo meter gimana caranya meyakinkan dia? hehhee… kan tar bakal LDR juga?heu…

  24. menurut saya berat untuk menjalaninya. tpi itu cerita masa lalu saya, sekarang kan sudah serumah, gak ada jarak lagi. he.he . . .

  25. LDR? 2 beda negara?..tak masalah selama komunikasi dan kepercayaan itu terbangun kuat dalam diri pasang masing-masing. Toh komunikasi semakin mudah, bisa email, BB, facebook, Ym, Skype.

    malah saya serasa ga pernah jauh dengan kawan saya yang berada di jepang. hampir tiap hari kita bertegur sapa, share ide dll🙂

  26. di jaman teknologi yang serba canggih, LDR semakin mudah dijalankan. Mau ketemu tinggal janjian pake skype, mau ngobrol tinggal chatting di yahoo or fb….kalau jaman dulu LDR sangat sulit dan mahal…

  27. Kalau gitu tos dulu dhe😀
    Soalnya pernah ngerasain LDR juga :p
    Kalau dibilang berat memang berat sih. Apalagi kalau kangennya udah keubun-ubun, wah bisa galau deh😄

  28. alhamdulillah sudah bisa masuk.
    Kalo saya LDR bukan cuma beda kabupaten dhe,tapi malah beda provinsi. Aku di sini dia di sana. Tapi alhamdulillah 5 tahun tetap bisa bertahan.

  29. wahhh…saya juga penganut paham LDR mba…
    benar mendapatkan itu mudah, tapi mempertahankan itu sangat susah..mangkanya saya lebih memilih mencoba mempertahankan…
    saat ini udah 2 taun menjalin LDR dengan seseorang, mudah-mudahan seseorang itupun yang akan menjadi istri saya…amiiiinnn #ngarep..
    hehehehe

  30. saya LDR udah hampir 2 tahun…LDR emang banyak banget cobaannya…tapi akan terasa mudah kalo kita punya niat yang kuat dan slalu percaya bahwa inilah yg terbaik….🙂

  31. saya juga pernah LDR (masih pacaran tapi) 4 tahun. Untunglah sekarang sudah satu kota di surabaya.🙂

    Seperti yang dibilang di artikelnya, kalo yang paling penting itu komunikasi, terus percaya. Prasangka itu akibat kesalahan komunikasi.. Nah biasanya itu biangnya masalah. hehe

  32. LDR?
    Saya LDR sejak pacaran, saya kuliah di IPB, pacar di ITB. Ketemu hanya sesekali karena sibuk masing-masing, jadi hanya surat menyurat.

    Setelah menikah, sempat beberapa tahun satu kota di Jakarta, namun kemudian, untuk kepentingan karir masing-masing saya tetap di Jakarta bersama anak-anak dan suami di Bandung. Anak-anak dikirim ke Bandung tiap libur sekolah….suami agak lama ditemani, saat si bungsu S1dan S2 di ITB, selanjutnya si bungsu melanglang buana meneruskan S3 di Jepang.

    Di Jakarta saya aman-aman saja, apalagi tinggal di kompleks rumah dinas, yang banyak keluarga lain mempunyai situasi seperti saya. Setelah adanya Tol Ciularang, Bandung menjadi terasa dekat…kadang malah lebih dekat dibanding jarak dari Jakarta Selatan ke Jakarta Pusat yang kalau macet, pernah 3 jam baru sampai rumah.

    LDR sekarang umum terjadi, asalkan masing-masing pasangan mempunyai komitmen yang kuat, serta mandiri. Justru malah menyenangkan, tiap ketemu seperti pacaran.

  33. lha ini dia…mirip kisahku nih. aku juga LDR. meski masih satu pulau tapi beda propinsi dan lumayan jauh jadi gak bisa tiap minggu ketemuan. tapi komunikasi tetep lancar. setiap hari chat. dan setiap hari sms. sekarang dah berlangsung setahun lebih. nyaris 2 tahun ding. hehehe.

  34. Pingback: Hasil Ngontes | Perjalanan Panjang

Berkomentarlah dengan bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.. :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s