Cahaya Ditengah Hujan

Sebenarnya cerita ini tidak akan saya masukkan dalam lebel kontes karena saya memang ingin menceritakannya di gamazoe, tapi berhubung sepertinya temanya pas tentang pengalaman pertama dan waktunya pun tepat, jadi yaaa lagi lagi saya pun ikut menjadi banci kontes. Hahahaha *ngeleeeeeeeees terus*๐Ÿ˜€

Juni 2010

Siang itu saya baru pulang ke rumah. Badan yang lumayan capek menempuh perjalanan selama 5 jam, menuntut saya untuk sedikit beristirahat. Dan ntah kenapa siang itu saya mendadak ingin tidur di kamar ibu saya, menemani beliau yang sedang asyik membaca buku. Obrolan ringan pun terjalin, saya bercerita tentang kuliah saya, sahabat-sahabat saya, pokoknya semua hal yang menurut saya harus saya ceritakan ke ibu saya.

Hingga kemudian ketika saya sudah memutuskan untuk tidur, ibu saya mengajak saya berbincang tentang suatu hal yang akan menjadi bagian pertama dalam salah satu proses hidup saya.

Ibu : Mbakmu sudah bilang belum??

Saya : Bilang apaan??

Ibu : [diam]

Saya : Apa mi?? (kadang saya suka memanggil ibu saya dengan panggilan โ€œMIโ€)

Ibu : Ibu hamil [tersenyum]

Saya : [kaget, shock, terdiam, melongo]

Mungkin sekitar 2 menit saya terdiam, kabar yang saat itu saya dengar benar-benar membuat saya kaget. Selama 19 tahun saya hidup, sedikitpun tak pernah terlintas di dalam hidup saya kalau saya akan mempunyai adik lagi. Apalagi saat itu saya sudah mempunyai keponakan yang juga cucu dari orang tua saya.

Saya : Udah berapa bulan??

Ibu : 5 bulan.

Well, kira-kira seperti itulah inti percakapan saya dan ibu saya siang itu. Alhamdulillahnya, saya segera bisa berdamai dengan kenyataan yang sedang saya hadapi. Saya tidak berontak, saya tidak menyalahkan ibu saya yang mendadak hamil lagi. Saya berusaha untuk bisa menerima keadaan, mungkin saja itu adalah rezeki yang Tuhan kasih ke keluarga saya.

Hanya saja, waktu itu kakak saya yang sudah mempunyai anak berumur 1 tahun sempat shock lama. Dia sempat protes dan sedikit tidak terima kalau dia harus mempunyai adik lagi, itu berarti adik terakhirnya akan lebih muda dari anaknya sendiri. Saya tidak menyalahkan kakak saya, wajarlah kalau dia masih tidak percaya dengan kenyataan itu. Kakak perempuan saya yang saat itu sudah berumur 24 tahun dan mempunyai 1 orang putri, saya yang berumur 19 tahun, dan adik laki-laki saya yang berumur 16 tahun. Benar-benar sebuah surprise yang membuat kami bertiga hampir mendadak pingsan.

Oktober 2010

Sebelumnya saya minta maaf, karena saya tidak mempublish tanggal kelahiran adik saya dan juga nama lengkapnya. Nanti ketika adik saya ulang tahun, saya pasti akan mempublish secara besar-besaran *dilarang protes*๐Ÿ˜‰

Sore itu ketika saya dan ibu saya sedang berdua dirumah, saya melihat ibu saya sedikit gelisah. Dia terus memegangi perutnya sambil sedikit meringis kesakitan. Saya pikir itu hanyalah kontraksi biasa layaknya ibu hamil, jadi saya tidak terlalu mengkhawatirkan. Sekitar 10 menit menjelang maghrib saya melihat ibu saya sedang menyiapkan beberapa lembar bajunya, baju bayi dan bla-bla bla. Saya kaget, dan sebelum saya sempat bertanya ibu saya sudah bilang kalau nanti sehabis shalat maghrib ibu minta diantar ke tempat bidan.

Saya benar-benar cemas waktu itu, ntahlah sejak ibu saya bilang kalau beliau ingin diantar ke bidan pikiran saya sudah kacau. Berita-berita negative seputar kehamilan resiko tinggi kembali melintas di kepala saya. Ya saya takut, posisi ibu saya waktu itu termasuk ke dalam kehamilan dengan resiko tinggi. Umurnya memang baru 42 tahun waktu itu, tapi saya benar-benar takut kalau nanti ada kejadian buruk yang bakal terjadi selama proses persalinan berlangsung.

Rintikan hujan pun tidak menghambat perjalanan kami ke rumah bidan desa, namanya bidan Lela. Dan ntah kenapa malam itu saya cuma berdua saja dengan ibu saya. Abah saat itu sedang pergi ke Baturaja, dan kakak saya yang biasanya dirumah mendadak sedang bermalam di rumah mertuanya. Hmm, dan itu sudah cukup membuat saya makin tidak tenang. Lalu saya pun langsung menghubungi abah biar segera menyusul ke tempat bidan, dan juga menelpon oom dan tante saya untuk menemani kami disana.

Pukul 19:00 wib, ibu sudah masuk ruang bersalin. Proses persalinan pun dimulai, dan untuk pertama kalinya saya melihat secara nyata perjuangan seorang ibu yang mempertaruhkan nyawanya demi janin yang ada dirahimnya. Saya mendengarnya menjerit, saya melihatnya menangis, saya melihatnya kesakitan. Pemandangan yang membuat saya ikut merasakan sakit yang dirasakan oleh ibu saya. 10 menit proses persalinan berlangsung, pembukaan udah terbuka dengan sempurna tapi sang calon adik saya masih saja enggan untuk menongolkan tubuhnya keluar. Perlahan, saya pun melihat ibu saya mulai kehilangan tenaganya. Ahh, serasa bagai dicabik saya melihat perempuan yang amat saya sayangi terlihat sangat menderita, sangat lemas.

Tak lama, abah saya akhirnya tiba. Abah langsung bergegas menuju ruang bersalin, mencoba memberikan kekuatan untuk istri tercintanya. Saya tidak akan menceritakan bagaimana abah saya memberikan kekuatan luar biasa kepada ibu saya, tapi pada saat itu saya melihat tangan ibu menggenggam tangan abah dengan kuat. Saya melihat abah membelai ibu saya sambil terus menyuruhnya untuk berjuang, membisikkan berbagai macam doโ€™a. Subhanallah, tidak sampai 5 menit sejak abah saya datang, Ay akhirnya mengeluarkan tangis pertamanya.

Haru luar biasa yang saya rasakan saat itu, dan saya menangis. Semua terasa sangat indah ketika saya melihat langsung detik-detik dimana adik saya keluar dari rahim ibu. Tidak ada darah yang menempel di tubuhnya, dia sangat bersih, putih. Dan ketika saya mendengar tangis pertamanya, seolah semua rasa takut berlebihan yang semula saya rasakan hilang seketika. Saya bahagia, sangat bahagia. Seperti sebuah keberkahan tersendiri buat saya karena saya bisa melihat semua proses itu secara nyata.

Dan malam itu, bocah mungil yang berada ditengah-tengah kami seolah seperti sebuah cahaya yang dikirimkan oleh Tuhan. Seperti mimpi ketika akhirnya saya bisa langsung menggendongnya, indah sekali. Adik kecil saya yang lahir pada pukul 19:15 WIB dengan berat 4 kg. Sangat gendut, sangat ganteng, sangat putih. Dan pada malam itu juga untuk pertama kalinya, saya yang seumur hidup saya selalu bilang sebagai anak kedua dari 3 bersaudara akhirnya berubah menjadi anak kedua dari 4 bersaudara.

baby cuteAy ketika berumur 3 jam

Selamat datang Ay. Selamat datang di tengah-tengah keluarga kecil kita, dan berbahagialah karena sudah menjadi bagian dari nama besar Habibie yang kita punya. Semua yang berkaitan denganmu seolah selalu menjadi pengalaman pertama buat mbak, semuanya. Mbak melihat proses melahirkan pertama kali saat persalinan kamu, mbak mendengar tangis pertama bayi juga dari suaramu, dan sekarang mbak pun seolah belajar menjadi kakak yang baru pertama kali mempunyai adik. Teruslah menjadi cahaya buat kami, seperti hadirmu yang menjadi cahaya indah ditengah derasnya hujan. Kami selalu bahagia untukmu, karena kami selalu mencintaimu.

Cerita ini diikutkan untuk memeriahkan My First Giveaway: PengalamanPertama yang di adakan olehย Mbak Una

Photobucket

*91โ€™91*

148 thoughts on “Cahaya Ditengah Hujan

  1. wow..
    ga nyangka ya..jarak keturunannya cukup jauh..:)
    tetangga saya juga kaget tatkala lepas KB spiral trus rahimnya produktif dan memiliki anak kembali setelah 17 th pake KB..
    semoga menang kontesnya ya Dhe๐Ÿ™‚

  2. “Umurnya memang baru 32 tahun, tapi saya benar-benar takut kalau nanti ada kejadian buruk yang bakal terjadi selama proses persalinan berlangsung.” Lah trus ibunya Dhenok melahirkan Dhe umur berapa?o_O

    Terimakasih Dhe atas partisipasinya. Sudah kumasukkan di list peserta.๐Ÿ™‚

  3. Kayaknya bakal menang, nih Giveaway-nya. Saya ngga jadi ikutan, ah. Abis pengalaman saya ngga ada yang seru kayak gitu.๐Ÿ˜ฆ
    Selamat ya, Dhenok dengan dede Ay-nya.๐Ÿ˜€

  4. Hampir setahun ya umurnya ๐Ÿ™‚ Lg lucu2nya๐Ÿ™‚

    Semoga menang…

    Oot:
    Payoo nak ketemuan dimano? BKB apo Pak Raden? hehe…

    ini be senjatanyo fb: Artineke A Muhir *awas tenar, khabari amen la add olehnyo jarang fb-an๐Ÿ˜‰

  5. Berarti udah hampir setahun ya umur adiknya?๐Ÿ˜€

    Anyway, cerita tentang hari kelahiran adiknya seru banget! Kayak ngeliat film pendek gitu, hehehe๐Ÿ™‚

    Mudah-mudahan sukses nih kontesnya

  6. subhanallah…
    melahirkan emang berjuta rasanya.. ibunya emang hebat, dengan umur 40 tahun lebih masih bisa melahirkan normal..
    selamat memiliki adik baru ya.. en semoga menang kontesnya

  7. Hmmmmm … saya tarik napas sehabis membaca tulisanmu Dhee … pengalaman pertama yg menakjubkan sekaligus menggembirakan … salam sayang utk adikmu.๐Ÿ˜€

  8. oh jadi kamu umur 20 dong sekarang. hehehe..akhirnya tahu umurmu ya. btw, seru juga lho punya adik di saat usia kita sudah remaja gt. kan jadi bisa gendong2 dan jaga adik. itung2 belajar ngasuh anak sebelum punya anak sendiri.

  9. yakin ini pasti menang deh. suer tekewer kewer..hah, ibunya sudah 42 tahun tapi bisa melahirkan juga dg normal? berarti ibumu sehat. wah, pasti adikmu sekarang sedang lucu2nya ya…

  10. Samaan Dhe, aku jg punya adik lg setelah kerja lho, which is di usia 24 tahun!!! mirip kakaknya Dhe kan hehehe… tuh bocah skrg udh TK aja๐Ÿ˜€

    Gudlak ngontesnya ya Dhe๐Ÿ˜‰

  11. subhnallah mbak de…:) dulu waktu aku masih SD kelas 6 an gitu aku sempat ngamuk waktu dibilang kalo mungkin bakalan punya adik, aku nggak mau ngomong sama ibu, marah banget…aku bilang aku mau ikutan nenek aja ..nggak mau sama ibuk…nggak tahu mungkin karena ego yah..tapi kenyataannya ibu nggak hamil dan nggak ada tanda tanda hamil..malah yang ada ternyata sakit..sampai skg masih tetap jadi anak kedua dari 2 bersaudara..:)nice story mbak..semoga Ay selalu sehat..kiss buat Ay yah..:)

  12. Dhe….lama ga main ke blog kamuuu….waaa..bajunya udah baruuu…senangnyaa..liat blog kamu makin elegan gini..^_^
    Waaa…itu serius adik baru kamu?? ckckck…cakeepppp….
    aku juga sama kayak kamu..pas adek terakhirku keluar..aku liat..hahaha
    tapi skrng adekku udah kelas dua SD…eh btw kok kita sehati bgt sih…nyeritain soal adik terakhir kita..hahahaa
    coba deh mampir bntar ke blog aku..di sana postingan terakhir aku jga ttg itu…hahahaha๐Ÿ˜€
    kangen kamu D H E….^_^

  13. Bersyukrlah punya adik lagi karena saya juga bersyukur walau tidak punya kakak adik.

    Blogmu mbok diganti theme yang layar lebar tho nduk, sempit banget area postingannya.
    Salam hangat dari Surabaya

  14. Dhe, hebat banget bisa mendampingi ibu melahirkan seperti itu…saya aja yang ngebayanginnya udah deg-degan…
    Smoga adik tersayang bisa menjadi cahaya buat keluarga, dan kontes ini juga bisa membuat Dhe jadi salah satu pemenangnya๐Ÿ™‚

  15. ya ampyun adiknya bener2 lucu dan menggemaskan……wahh apsti di manja banget yach secara udah alam ngga ada bayi trus ada lagi hihihi….

    klo boleh tau waktu itu ibu umur brp? msh aman yach lahiran setelah 19 tahun vacum…i

  16. hmmm… sama mbaaa….
    aku juga punya perasaan yg sama. ketika umur 15 dan 17 tahun aku punya adik baru.. rasanya aku tuh kok ya kayak ga percaya. mau protes tapi masa harus protes.. ya disyukuri apa adanya saja..๐Ÿ™‚

  17. jadi inget dulu juga pernah kejadian seperti ini, pas tau ibu saya hamil saat saya masih sma, saya sampai nangis mata samapai bengkak…. tapi ternyata Allah mengambilnya kembali…. selamat punya adik yaa..

  18. what a miracle!!!
    sungguh pengalaman pertama yang mendebarkan dan mengharubiru yah
    rejeki yang benar2 tak terduga datangnya,
    selamat ya Dhe

    dan semoga menang kontesnya๐Ÿ™‚

  19. Wah…kalo saya pasti bakalan shock dan bisa stress mendadak #lebay๐Ÿ˜†
    Maklum, pengen jadi anak bontot, males punya adik lagi, wkwkwk…๐Ÿ˜†
    Tapi apa boleh buat kalo kenyataannya emang kayak gitu, ya harus disyukuri aja๐Ÿ™‚

  20. di keluarga besar mel banyak kok yang tantenya lebih muda dari ponakannya..๐Ÿ™‚

    tulisan Dhe makin lama makin bagus aja, amel bacanya ikut deg-degan, ikut terharu.. aduh, adek Dhe gantengnya๐Ÿ˜€
    berarti bulan ini 1tahun y?
    titip peluk cium buat Ay :*

  21. MBAK…..(bukan mas lagi kan??)!
    Postingannya komplit..Semua rasa ada disini, mulai dari kaget, shock, terdiam, melongo, gelisah, menagis, bahgia..dan yang lainnya..Top dah tulisannya. Seakan ikut bersama dalam masalah kamu..

  22. hehe mbak pengalaman itu persis kayak cerita 2 temanku yang kebetulan sepupuan, dimana ibu mereka hamil dan bersamaan pula. Jadi 2 orang temenku itu masing-masing dapat kado sepupu baru. Subhanalloh….sebuah rahasia Allah.

    Semoga sukses kontesnya :))

  23. selamaaat anda resmi berstatus sama dengan saya… anak kedua dari 4 bersaudara. tantangan sebenarnya akan muncul ketika adek2 beranjak dewasa dan mulai meliar. haha… tapi sumpah asyik punya banyak adek๐Ÿ™‚

  24. temanku dulu sempat dimusihin sama anaknya yang tertua (SMA), malu sama temen katanya
    tapi setelah adik lahir dia jadi sayang banget

    good luck ya De dengan kontesnya

  25. wow..ikut tegang terbawa suasana membaca tulisan ini..
    Akhirnya punya dede bayi,selamet ya dhe,benar2 anugerah ..
    meski awalnya ga nerima,tapi pasti seneng kan lihatnya sekarang..
    Ay..lucu banget,lahirnya 4 kg amazing,normal..

    sukses ya dengan kontesnya..

  26. Pingback: Selamat Ulang Tahun Ay « Perjalanan Panjang

  27. Adiknya sekarang tentu sudah gede ya? Salam sehat saja untuknya juga untuk Mamanya. Sayang SEA Games 2011 nanti saya tidak diikutkan ke Palembang. Maklum sudah purna tugas. Kalau Dhe sekarang ini sibuk dengan adik mungilnya, saya sekarang sibuk momong cucu.

  28. Pingback: Maziya Rahma Hakim | Perjalanan Panjang

  29. Pingback: Hasil Ngontes | Perjalanan Panjang

Berkomentarlah dengan bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.. :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s