Ternyata Saya LULUS

Kalo ngebahas masalah lucky, ntah kenapa saya selalu merasa beruntung meskipun tak menampik bahwa saya pun sering kurang beruntung. Tapi kebanyakan sih saya sering bersyukur karena beruntung, karena Tuhan sepertinya memang sangat sayang dengan saya #Alhamdulillah🙂

Tapi kali ini saya tidak akan menceritakan semua keberuntungan saya, ini hanyalah salah satu dari keberuntungan yang pernah saya dapat. Detik-detik dimana akhirnya saya memulai hidup baru saya diluar pengawasan orang tua saya.

=================================================

Hari pengumuman kelulusan SMA pun tiba, saya dan sahabat-sahabat saya bersuka ria melepas seragam putih abu-abu kami. Dan saat itu juga, kami sudah siap dengan planning kami masing-masing kedepan. Tanpa butuh waktu lama, kebanyakan dari sahabat-sahabat saya sudah mulai heboh untuk mengikuti bimbel. Sedangkan saya, saya yang dengan alasan MALAS lebih memilih untuk dirumah saja sampai semua proses kelulusan saya selesai. Hingga kemudian, semua sahabat-sahabat SMA saya pada sibuk dengan SPMB. Mereka berlomba-lomba mendaftarkan diri dan memilih jurusan sesuai dengan pilihan mereka. Sedangkan saya, saya masih anteng di rumah ongkang-ongkang kaki. Ntah lah, saat itu saya sama sekali tak tertarik dengan SPMB.

saat lulus SMA

Orang tua sudah menyuruh saya untuk melanjutkan study di Jogja, tapi saya menolak (jangan tanya kenapa!!). Saya lebih memilih untuk tetap di Palembang, meskipun saya tidak ingin kuliah di universitas negeri di Palembang, UNSRI. Aneh memang, tapi itulah pilihan saya. Kampus UNSRI itu tidak berada di pusat kota Palembang, tapi berada di Indralaya yang dalam waktu normal jarak tempuhnya dari Palembang ke Indralaya sekitar 1 jam lebih. Sebenarnya tidak terlalu jauh, tapi Indralaya sudah beda daerah dengan Palembang, jadi kesannya kayak mo mudik kalo ke UNSRI. Dan karena itu, saya tidak tertarik untuk kuliah disana. Alasan yang aneh memang, tapi itulah pemikiran saya dulu. Akhirnya, SPMB pun lewat begitu saja. Sampai dulu ibu saya pernah complain karena saya masih saja dirumah sedangkan sahabat-sahabat saya sudah heboh ikut bimbel dan SPMB.

Ketika berkas-berkas saya sudah selesai, dan sahabat-sahabat saya sudah sedikit santai karena sudah melewati SPMB, saya baru keluar rumah. Masih dengan bingung mo ambil jurusan apa, saya akhirnya memasuki semua kampus swasta yang ada di Palembang. Saya ambil brosurnya, saya melihat kondisi kampusnya. Butuh beberapa hari, hingga akhirnya dulu saya menemukan satu kampus swasta yang cocok dengan pilihan saya. Tapi lagi-lagi takdir berkata lain. Mendadak sahabatnya kakak saya memberitahu ke saya tentang program beasiswa yang ada di salah satu koran lokal, kerjasama antara Dinas Pendidikan dengan UNSRI. Awalnya ragu, tapi karena iming-iming BEASISWA akhirnya saya pun mendaftarkan diri juga sebagai peserta.

Test pun berjalan selama 2 hari. Pada test hari pertama, saya LUPA bawa alat tulis. Hahahaha, dodol. Gila banget lah pokoknya, saya benar-benar lupa bawa pensil 2B. Untungnya dulu ada si cowok tampan dari SMA IGM yang berbaik hati memberikan saya pensil, dan kemudian test hari pertama pun berjalan dengan sukses. Thanks bro!! Malamnya, mendadak saya terserang GALI GATAL, itu lho yang gatel-gatel diseluruh badan, selengkapnya bisa dibaca disini. Dan itu berlangsung hingga keesokan harinya. Hampir saja saya mengundurkan diri, tapi keluarga ngasih support untuk ikut test, jadi yowes dengan badan yang rasanya gatal dan panas saya pun mengikuti test kedua. Sama sekali tidak konsen, dan saya pun menjawab ala kadarnya saja. Pada saat test hari kedua berlangsung pun saya sudah pasrah, karena saya tidak maksimal menjawab soal-soal itu. Yang ada dipikiran saya pada waktu itu adalah bagaimana caranya supaya saya bisa segera pulang dan sembuh dari gali gatal yang menyerang saya.

Test pun berakhir. Saya hanya harus menunggu selama seminggu untuk kemudian bisa tahu apakah saya lolos atau tidak, beda dengan SPMB yang membutuhkan waktu sekitar 1 bulan (kalo nggak salah). Dan hari pengumuman pun tiba. Pagi itu saya masih belum berniat untuk membeli koran, karena hasil pengumumannya diumumkan di koran. Tapi mendadak ada sahabat saya yang ngasih selamat, saya lulus katanya. Tanpa basa basi lagi akhirnya saya pun melihat sendiri pengumuman tersebut dan ternyata benar, nama saya nangkring diurutan ke 83. Hahahahaha, ternyata saya LULUS. Saat itu saya merasa bahwa Tuhan sangat baik kepada saya #sujudsyukur. Surprise juga karena ternyata dari ribuan calon mahasiswa yang mendaftar hanya diambil 140 mahasiswa, dan saya salah satunya.

barang bukti --> pengumuman kelulusan

Hmm, sebuah keberuntungan yang tidak akan pernah saya lupa. Saya yang dari awal tidak terlalu serius mengikutinya, dan pas pelaksanaan pun tidak fokus karena gatal-gatal, eee ternyata malah mendapatkan beasiswa tersebut dengan sangat gampang. Jadi inget dulu sahabat-sahabat saya sering komentar seperti ini, “Beruntung banget sih kamu, bimbel nggak ikut, SPMB nggak ikut, ujian terakhir, ee lulusnya duluan di UNSRI pula”. Iya, ketika pengumuman kelulusan saya keluar, sahabat-sahabat saya masih dag dig dug menunggu hasil pengumuman SPMB yang kalo tidak salah masih sekitar 1 minggu lagi.

Tapi ternyata saya tidak berhasil lari dari UNSRI. Karena meskipun saya tidak mengikuti SPMB dan tidak tertarik untuk kuliah disana, toh saya tetep menjadi bagian dari keluarga besar kampus negeri tersebut.  Tapi beruntungnya lagi, ternyata kuliah saya tidak dilaksanakan di Indralaya, melainkan di Bukit Besar Palembang yang merupakan Kampus B dari UNSRI. How lucky I am!!

saat mengikuti OPDIK UNSRI

”Cerita keberuntungan ini saya persembahkan dengan ikhlas untuk diikutkan ke kontes ’Keberuntungan’nya Nuel

*91’91*

136 thoughts on “Ternyata Saya LULUS

  1. Hahahaha, beruntung banget ya Dhe. Udah santai-santai, ujian belakangan, diterima di UNSRI, beasiswa pula! wkwkwkwkw😆

    Btw, itu barang buktinya nggak kelihatan tuh Dhe. Terlalu kecil tulisannya, wkakakakaka😆

  2. Soal lucky, dulu begitu tamat SMA juga dapat beasiswa tapi saya tolak mentah-mentah karena kukuh gak mau kuliah. 2 tahun kemudian lulus SPMB di UNSRI Palembang jurusan Teknik Informatika dan lagi-lagi kesempatan itu gak diambil.
    Tapi sekarang udah kuliah dan hampir selesai.

  3. Wah Dhe, sebetulnya selain beruntung itu juga karena kamu mampu, tauuuuuuuuuuuuuu..
    Pasti Dhe ini sebetulnya emang pinter tapi rendah hati, makanya nggak ngerasa kalau bisa, hehe..
    Alhamdulillah Dhe tetap di Palembang, jadi lebaran tahun depan kalau daku mudik ke sana, kita kopdaran, ya😀
    Btw, suami aku lulusan UNSRI, dia juga bilang hal yang kurang lebih sama kayak Dhe itu. Tiap kali pulang kuliah berasa mudik, hahahahaha..
    Gudlak ngontesnya yaaaa.. ^______^

  4. selamat-selamat…
    ikut komen juga yah,, soalnya hari ini, aku juga dapat kabar gembira, aku juga lulus ujian.. hahaha.,…..

    salam kenal.. dan tetep semangad kuliahnya,,,m🙂

  5. how lucky u r!!!
    what an amazing journey😀
    begitulah kalau memang sudah dituliskan begitu dari Sang Khalik
    ga mau ga mau juga ya tetap diarahkan ke sana
    tuh buktinya dikasih kampus bukan yg di Indralaya …

    tinggal sekarang ditekuni, terus klo udah jadi mahasiswa,
    jangan sibuk demo ya hehehehe

    eh ini kontes? Good luck aja deh🙂

  6. wah itu para mahasiswa saat ngikuti OPDIK UNSRI , gayanya mantap pisan😀.
    alhamdulillah ya keberuntungan juga tak lepas dari doa dan usaha ya (meski usaha nya menurut mbak dhe biasa biasa aja), berarti cerdas😛

  7. itulah yang namanya manusia hanya bisa berusaha tapi Tuhan lah yang menentukan..
    temen saya ada yang bener2 belajar rajin biar masuk STAN, niat banget pokoknya.. saya sih niat juga, tapi kalau dibandingin sama usaha dia mah kalah jauh..
    tapi ujung2nya saya yang keterima, dia sudah coba 2 kali juga belum beruntung,..
    tapi kini ladang rezeki masing-masing sudah berbeda,😀

  8. untung besar ini Dhe
    bunda dulu juga nggak mau ikut tes di UNSRI, alasannya karena
    ada kabar ortu mau pindah tugas dan bunda takut kalau diterima berarti harus kost
    cemen banget ya

  9. kitalah manusia paling beruntung
    dengan menganggap diri sebagai orang paling beruntung, niscaya rasa syukur akan selalu ada

  10. wedew pinter juga si dhe hahaha, itu bukan beruntung dhe tetapi sangat-sangat beruntung bisa gitu saya aja yang udah ikut les masih tak lulus haha malu saya dengan dikau😀

  11. dhenok pepatah swedia bilang: keberuntungan itu diambil dari masa depan. artinya keberuntunganmu yang sekarang akan menuai tanggung jawabnya di masa depan.
    ada temenku yang kepintarannya di bawah rata2, kalau ujian selalu nyontek, pas smpb bisa aja gitu lulus dan masuk FKU favorit nasional. semua pada heran, semua pada bilang dia beruntung banget.
    tapi kemudian ayahnya meninggal dan begitu ia lulus, ia harus menjadi tulang punggung keluarga, membiayai adek2nya yang masih kecil.
    bukannya nakut2in, saya cuma mau mensyukuri keberuntungan yang Allah berikan ke kamu dan bersiap memikul tanggung jawab ke depannya. orang yang berkemampuan besar ditakdirkan memikul tanggung jawab yang besar pula. keep fight!

Berkomentarlah dengan bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.. :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s