Cinta Itu Seperti Melodi

Cinta itu …..

Cinta itu seperti kelabu yang terus memudar, seperti senja yang tak pernah lelah menunggu datangnya pelangi, atau bahkan seperti balon kecil yang siap meledak kapan saja. Ya, seperti itulah cinta yang kurasa saat ini. Rasa yang sudah terlalu lama tak menghadirkan pesonanya, hingga akhirnya aku pun kebingungan mendefinisikan apa itu cinta. Tapi tunggu, biarkan aku melamun sejenak. Mencoba menghadirkan kembali bayangan cinta yang dulu pernah bersemi merona di hatiku. Dan hei, aku pun menemukannya kembali!! Diam dan rasakanlah, maka kau pun akan setuju denganku.

Cinta itu adalah saat dimana aku merindukan tatapanmu, dan kemudian tersenyum manja melihat kau salah tingkah karena ketahuan diam-diam memperhatikanku. Cinta itu adalah saat dimana aku bahagia karena perhatianmu, peduli atas semua hal kecil yang kau lakukan. Cinta itu adalah saat dimana aku berlari mengejarmu, ketika kau sedang dalam masalahmu. Cinta itu adalah saat dimana aku terkejut melihat kau yang selalu berusaha untuk selalu ada buatku. Cinta itu adalah saat dimana aku bisa berdiskusi denganmu, membicarakan tentang semua hal dengan sangat nyaman. Cinta itu adalah saat dimana kau mendongeng untukku, bercerita lewat petikan gitar yang selalu kau banggakan. Cinta itu adalah saat dimana aku marah ketika kau tak mau mendengar nasehatku. Cinta itu adalah saat dimana aku tak pernah bosan untuk selalu menyebut namamu dalam setiap do’aku. Dan cinta itu seperti melodi, melodi yang selalu kau tiupkan di awal aku menatap pagi, “Aku mencintaimu”.

Ahh, terkesan klise mungkin atau bahkan ini terlalu sederhana untuk dikategorikan sebagai cinta. Tapi ini adalah cinta yang kutemukan dari balik rinai hujan yang menutup setengah hatiku. Cinta yang dulu pernah kubagi dengan mereka, cinta yang dulu pernah membuat aku merasa sempurna. Dan aku pun berharap, semoga kelak cinta itu masih akan tetap seperti itu. Sederhana, indah, tulus, dan merindukan. Ya, itu adalah cinta yang selalu aku khayalkan saat ini. Sedikit lebih dalam dari apa yang dulu pernah aku rasakan, lebih intim bahkan lebih mengikat.

Aku sering mengkhayalkan kelak dia akan datang secara mendadak. Menatapku pelan, dan kemudian berlalu begitu saja. Lalu, aku menemukan dia kembali di tengah perjalanan panjangku. Menatap bahagia ke arahnya yang tengah bercinta dengan Tuhannya, menunggunya kembali tersenyum setelah dia puas mengadu di dalam sujud panjangnya. Dan kemudian menghampiriku, mengajakku untuk berbicara tentang masa depan. Menceritakan semua hal yang belum aku ketahui tentang dirinya, memperkenalkan aku dengan lingkungannya, meyakinkanku untuk bertemu dengan keluarganya. Dan hmm, aku mengkhayalkan dia yang sedikit agak keras kepala. Dia yang bisa mengubah emosiku menjadi tawa, dia yang selalu berusaha untuk memahamiku, dia yang selalu berusaha untuk selalu memberikan yang terbaik untukku. Kami terus berbagi cerita, tentang hobby, tentang kebiasaan, tentang kenangan, tentang cinta, bahkan terus menyatukan asa yang sama. Hingga akhirnya dia berani bertemu dengan waliku, ahh pada fase ini aku harus berhenti. Aku tak bisa tau apa yang mereka bicarakan, dan aku pun hanya bisa menatap cemas dari sudut gamazoe-ku. Lalu dia menghampiriku kembali, berjalan dengan santai dan tenang sambil membawa benda kecil ditangannya. Dia duduk disebelahku, dan kami pun saling beradu tatap. Melodi tentang cinta pun mendadak kembali hadir di hidupku, mengalun dengan indah bagaikan petikan gitar yang dulu pernah kudengar. Kucoba menelusuri tatapan dari matanya, lalu aku pun berhasil menemukan banyak ketulusan didalamnya. Dan sesaat sebelum aku berhasil mengeluarkan suara, tanpa izin dariku dia langsung mencium keningku. Aku diam, aku menatapnya, tapi dia hanya tersenyum sambil memegang tanganku. Dan ketika benda kecil itu melingkar di jari manisku, aku pun langsung memeluknya. “Aku mencintaimu, istriku”, bisiknya lembut.

=============================================

Oke, kali ini saya sok puitis atau mungkin memang saya sedang galau. Tapi ntahlah, saat ini saya benar-benar sulit mendefiniskan cinta dalam artian sebenarnya. Dan hujan seharian yang mengguyur Palembang pun, sukses dengan sangat membuat saya menjadi mellow mendadak. Memaksa saya untuk mengingat perjalanan cinta monyet saya ketika SMA, dan well inilah hasilnya. So please, jangan tertawa. Karena saya akan tambah galau kalau sahabat-sahabat semua tertawa ketika membaca tulisan cinta saya,  hahahahahaha.😀

Dan untuk mbak Zoothera beserta suami, berbahagialah karena Tuhan telah mempersatukan kalian. Semoga selalu rukun, selalu bahagia, selalu saling mengisi dan melengkapi, selalu saling mengingatkan dan menasehati, selalu lebih yakin untuk menatap masa depan bersama-sama. Do’a indah akan selalu menyertai pernikahan kalian. Selamat ulang tahun pernikahan yang ke-5, semoga Allah selalu memberi yang terbaik untuk kalian.

Salam manis selalu dari Palembang.. ^_^

“Tulisan ini saya ikutsertakan di acara 5th Anniversary Giveaway: Ce.I.eN.Te.A yang diselenggarakan oleh zoothera

*91’91*

111 thoughts on “Cinta Itu Seperti Melodi

  1. Catatan tentang cinta yang manis Mb Dhenok. Cinta memampukan orang berputis, entah ketika bahagia saat menikmatinya, entah ketika berduka saat ditinggalkannya. Tapi satu yang pasti, cinta terbaik adalah cinta yang mendewasakan, entah itu sedang suka maupun kala duka🙂

  2. Lengkap definisi cintanya…cinta yang membuat merasa sempurna. Dan semoga kelak cinta itu masih akan tetap seperti itu. Sederhana, indah, tulus, dan merindukan—–> so touching:)

  3. Ibu satu ini bener2 banci kontes yah..haha
    tiap liat update terbaru di blog, isinya ngontes..mantap bgt dah.
    semoga sukses yeee..
    aku pengen ikutan, cuma klo nulis panjang2 suka males😀

  4. Cinta adalah nafas kehidupan, dengan cinta kita bisa menikmati indahnya hidup, toh kalaupun bukan karena dia kita masih tetap punya cinta..

    Maka saya datang tapi tidak dengan secara mendadak. Karena saya takut kamu akan terkejut dengan ke-mendadakan-ku. Hehehe…

    Dhe suka ngayal tentang dia ya?
    Hati-hati Dhe.. Jangan sampai terlalu lama ngayalnya takut nabrak pohon!

  5. Jujur ya Dhe, awal saya lihat postingan ini saya langsung pusing. Waduh, kok panjang begini? Tapi lalu saya baca kata demi kata, kalimat demi kalimat, paragraf demi paragraf, dan kemudian saya justru berpikir: ini sudah singkat, ini bahkan bisa jauh lebih panjang lagi… Sepertinya gambaran di dalamnya betul-betul empiris (eh, memang empiris ya?).
    Salut deh! Tulisan ini keren…🙂

  6. wahh tulisan dhe makin hari makin apik…pantes sering menang kontes…sepertinya yang ini juga bakalan menang nechh…aamiin

    smoga secepatnya bisa bertemu dengan seseorang yg benar2 mencintai dhe dgn sepenuh hati……aamiin

  7. Ngomongin soal cinta emang gak ada habis2nya🙂
    Cinta itu bisa datang dan pergi kapan saja.
    Yang terpenting sih kita membuka pintu selebar2nya untuk menerima cinta itu sendiri😀 *tsaaah😆

  8. hahahaha…indah benget dhe, definisi cintanya…
    Mungkin buatku gini…
    Cinta itu seperti mendengar celotehmumu, meski kau berbisik. Cinta itu, seperti menunggu ombak meski berbatas karang. Cinta itu, seperti tawamu..meski tak tercerahkan. Cinta itu, seperti rasa bahagia..meski hanya melihatmu selintas bayang. Cinta itu, K A M U…..
    hahahaha…ga jelas deh…suka tulisanmu dhe….jadi galau nih..berasa kagome yg mau ditembak ma inuyasha..”Will u marry me?” Gitu kata inuyasha ke aku…:P

  9. Pingback: Apdet Peserta GA: Ce.I.eN.Te.A « the dots of my life = my history

  10. Ahhh.. derasnya hujan kala ini seakan menyempurnakan alunan melodi cinta ala Dhe… ikut senyamsenyum kecil..
    Semoga khayalan indah akan peristiwa manis bersama sang “calon suami” bisa seindah yang dideskripsikan ya Dhe..🙂 amiinn

    Linknya udah aku masukin ke postingan apdet peserta yakkss…🙂

  11. Hoho… apakah ada ikatan pergalauan Indonesia? #ikut ah😀
    Agak heran, mengapa Dhe menginginkan seseorang yang keras kepala? APakah menginginkan perdebatan yang seru?😀
    Gudlak ya ngontesnya🙂

  12. Cinta itu bahan bakar kehidupan
    Cinta adalah anugerah Tuhan YME🙂
    Salam persahabatn dengan Dian’s Blog
    Ditunggu kedatangannya ya🙂

    Salam

Berkomentarlah dengan bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.. :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s