Cepet Sembuh Bah

Jam 22:25 WIB

Mendadak semalam ibu saya menelpon. Agak sedikit kaget karena ibu saya tidak pernah menelpon saya diatas jam 9 malam, tapi bodohnya saya sama sekali tidak menaruh curiga. Tanpa basa-basi saya angkat, dan kami ngobrol seperti biasa. Hingga kemudian ketika saya sedang tengah asyik bercerita, ibu saya menghentikan ucapan saya.

Ibu : Hmm, besok bisa pulang nggak??

Saya : Ada apa??

Ibu : Hari rabu abahmu disuruh check-up ke dokter *******.

Saya : Emang belum sembuh kaki abah??

Ibu : Kakinya nggak sakit, cuma kata dokter jaringannya udah mati gitu. Dan hari rabu itu abah disuruh  konsul lagi dan sudah diminta untuk sekalian bawa ganti baju. Ntahlah, apa bakal dioperasi atau nggak.

Pada saat ini, saya mulai mendengar suara ibu saya sedikit mulai berubah. Suaranya gemetar, mungkin karena dia bertahan untuk tidak menangis dihadapan saya.

Ibu : Kalo kamu disini kan ibu jadi lebih tenang nok, siapa tahu besok abah harus disuruh opname kan udah ada yang jaga. Dan juga, ada yang gantiin ibu untuk jaga adik kamu. Tapi kalo urusan kuliah kamu nggak bisa ditinggalin, yaudah nggak apa-apa.

Saya : Dhe pulang besok.

Percakapan pun berhenti. Dan kalian tahu sahabat, mendadak saya pun seolah mati rasa. Ntahlah, semuanya mendadak serba kosong. Suara terakhir ibu saya yang menahan tangisnya pun terus terngiang di telinga saya.

Sejak lebaran idul adha kemaren, mendadak asam urat abah saya kumat lagi. Abah makan bakwan yang didalamnya terdapat kubis, dan otomatis asam uratnya kambuh lagi. Kakinya bengkak, dua-duanya. Dan pas dibagian jempol kaki kanan, memang dulu pernah ada bekas luka (abah juga kena diabetes) dan mendadak bekas luka itu ikutan bengkak menghitam. Sebenarnya tidak apa-apa, dan dokter pun bilang kalo bekas luka itu didiamkan saja, jangan dipecahkan dengan sengaja. Tapi mendadak, ketika abah sedang maen dengan Ay, sepatu Ay nginjak kaki abah dan akhirnya pecah sudah luka di jempol kaki kanan. Ah, sudahlah tak usah saya teruskan.

Sahabat, saat ini saya sedang berusaha untuk tenang, tapi ternyata sulit. Saya mencoba untuk tidak bilang ke orang-orang terdekat saya, karena saya tidak ingin makin hanyut dengan kekhawatiran saya. Abah dulu pernah koma selama satu minggu, dan itu sudah menjadi alasan yang cukup kuat untuk membuat saya semakin tidak tenang. Sungguh, saya sangat parno dengan Rumah Sakit. Maafkan kalau saya harus curhat disini, karena cuma ini yang bisa saya lakukan untuk membuat saya sedikit merasa tenang. Mohon do’anya, semoga Allah segera memberikan kesehatan untuk abah saya.

Saya berharap Allah selalu memberikan banyak miracle untuk orang-orang yang sayang, termasuk kalian sahabat. Semoga kesehatan dan kebagiaan selalu menyertai hari-hari kalian. ^^

*91’91*

69 thoughts on “Cepet Sembuh Bah

  1. Memang kalau orang yang kita cintai itu sedang mengalami sesuatu yang kurang menyenangkan, wajar kalau kita merasa khawatir. Mudah-mudahan Abahnya cepat sembuh dan semuanya tidak apa-apa ya Dhe. Ntar kalau sudah pulang dan menemani Abahnya, harus menunjukkan wajah tenang dan (sok) tegar tuh supaya Abahnya juga merasa lebih tenang sehingga (mudah-mudahan) bisa lebih cepat pulih kembali🙂

  2. Dhe yang sabar yaaa… moga Abah cepat sembuh.
    percaya sama dokternya, n banyak-banyak berdoa.

    jangan lupa kasih motivasi ke Abah juga biar terus berusaha untuk cepat sembuh.

    ditunggu kabar baiknya ya Dhe..

  3. hmm…banyak berdoa saja. mudah-mudahan abah bisa diberikan kesembuhan, dan smoga penyakit dari Allah itu menghapuskan dosa Abah.
    Makanya dhe sering-seringlah telpon abah, meski tak tau apa yang harus dikatakan saat menelpon.

  4. Dhe, titip doa buat Abah, smoga Abah segera sehat dan diberi kemudahan menuju kesembuhan.
    Amin.

    Kuat ya Dhe, kuat…peluk sayang dari jauh, smoga semua berjalan ke arah yang lebih baik🙂

  5. Saya turut prihatin…
    Mudah-mudahan Dhe sekeluarga diberikan ketabahan dalam menjalani ini semua, dan buat abahnya Dhe semoga lekas pulih. Trus kalau sudah pulih, jangan bosan-bosan ingatkan Abahnya untuk jaga makanannya karena takutnya komplikasi penyakitnya akan semakin parah. Yang tabah ya, Dhe…

  6. Ikut mendoakan supaya abah cepat sehat, Dhe nggak boleh panik ya. Yg tenang, karena Dhe juga kan harus menguatkan ibu dan jaga adik.
    Mudah2an gula darah dan asam uratnya terkontrol, jadi nggak perlu opnam.

  7. massa Allah abah dhenok kena asam urat ya…

    khususon abah habibi alfatihah……
    moga diberikan yg terbaik buat abah dan orang yg disekitanya bisa sabar menghadapi cobaan sakit ini.

  8. Ya Allah..
    Yang Kuat ya Dhe.
    Memang ada saatnya kita untuk berbagi rasa dengan orang lain kalau memang kita sudah tidak kuat.

    Pesan Om, apapun yang terjadi Dhe harus tetap tenang, sabar dan ikhlas.
    Allah pasti menguji Dhe, karena Dhe kuat.

    Semoga cepat sembuh ya, abah..

  9. Pingback: #31 Catatan : Cita-cita Sepanjang Masa « Gandi Rizal

  10. Kalau memang dgn bercerita di blog bisa membuat kamu lebih tenang dan tabah, lakukan saja. Ada banyak kok yg bersedia baca, hehe….
    Semoga Abahmu cepet sembuh, ya. Semoga kalian sekeluarga senantiasa berada dalam lindungan Tuhan. Amin….

Berkomentarlah dengan bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.. :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s