Senja Terakhir di Komering

semusim tlah kulalui tlah kulewati tanpa dirimu
tetapi bayang wajahmu masih tersimpan di hati
(Semusim – Marcel)

Kuhentikan suaraku. Mendadak bayangannya kembali muncul, berpacu dengan sangat cepat diantara lagu yang baru saja aku nyanyikan. “Ahh, sial!!”

“Kenapa kamu Del??” Tanya Niki sambil menyentuh pelan bahuku.

Aku menggeleng. “Haaaah” kuhembuskan nafas dengan kuat. Meskipun tetap tak bisa membuat bayangannya hilang, tapi setidaknya hembusan nafas itu sudah membuatku merasa jauh lebih baik.

Terlintas lagi kenangan antara aku dengan dirinya. Laki-laki yang berani masuk kedalam hatiku ketika musim hujan sedang mengguyur dengan deras. Berawal dari ketidaksengajaan, akhirnya hubungan kami pun menjadi dekat dan terus dekat. Dia sempurna, laki-laki yang baik, mapan, dewasa juga sabar. Usiaku yang saat itu berumur 23 tahun, benar-benar membuatku berharap banyak dari hubungan yang telah ku rajut. Aku siap menikah, begitu juga dengan dia.

“Kemanapun ada bayanganmu dimanapun ada bayanganmu,,,” suara Niki mendadak langsung membuyarkan lamunanku.

“Apaan sih Nik?? Pake nyanyi lagu itu segala??” Gerutuku kesal.

“Ya lagian kamu itu aneh. Hobby bener ngelamun, ” jawab Niki sambil geleng-geleng kepala. “Ngelamun itu buang-buang tenaga. Daripada ngelamun sambil manyun gitu, kan mendingan kita nyanyi bareng,” lanjut Niki sambil tersenyum lebar.

“Nggak lucu ah,” balasku ketus.

“Emang nggak lucu, emang aku badut??” Niki pun membalas dengan ketus.

Sesaat kami saling pandang, saling memperlihatkan wajah ketus kami. Ku tatap dalam-dalam wajah oriental sahabatku. Hidung mancung yang dia punya benar-benar menyempurnakan mata sipitnya, cantik. Dan sebelum akhirnya kami saling memanyunkan bibir, tawa kami pun lepas.

“Kamu tu kenapa sebenarnya?? Ingat lagi dengan Rama??” Niki mulai bertanya lagi ketika kami sudah puas tertawa.

Aku mengangguk pelan.

“Makanya lain kali jangan nyanyi lagu semusim lagi. Udah tahu tu lagu bikin kamu keingat terus ama dia, masih aja di nyanyiin.”

“Suasananya Nik, tempat ini yang bikin aku jadi ingat dia lagi.”

“Trus sampe kapan kamu mo begini terus?? Della sayang, umur kamu sekarang sudah 25 tahun. Sudah saatnya kamu belajar untuk membuka hati lagi untuk orang lain, lupain dia!!”

“Sampai saat ini aku masih berharap kalau dia adalah laki-laki terakhir di dalam hidup aku, Nik.”

Aku kembali mengingat sore itu. Mendadak Rama mengajakku ketemuan di jembatan komering. Semuanya berjalan seperti biasa, kami ngobrol, membahas apapun yang berkaitan dengan aku, dia, dan juga hubungan kami. Tapi sore itu berlalu dengan cepat, secepat kenyataan yang akhirnya harus memisahkan aku dengan dia.

“Tak terasa ya Del, kita sudah berhasil melewati dua musim bersama,” ujarnya sambil menatap lepas ke arah sungai yang ada di bawah jembatan.

Aku tersenyum. “Kamu masih ingat dengan janjimu waktu itu??” tanyaku kemudian.

Dia menoleh ke arahku, menatapku lembut lewat tatapan tajam matanya. Hening sesaat. “Iya aku ingat, tepat ketika kita sudah berhasil melewati empat musim bersama, aku akan langsung melamar kamu.” Jawabnya sambil tersenyum, manis.

***

Ku buka lagi album foto yang berisi kenangan antara aku dengan Rama. Foto-foto yang masih bernyawa, kenangan yang seolah selalu hidup di setiap hariku. Wajah yang selalu saja membawa damai buatku, sosok yang bisa membuatku selalu merasa nyaman, ya itulah Rama. Dan hari ini, hari ini tepat ulang tahun kami yang ke-4. Bukan hanya 4 musim, harusnya kami sudah bisa meraskaan musim lain bersama, dari ujung negara dimana sekarang Rama berada.

Aku berusaha tetap tersenyum ketika melihat kebersamaan kami dulu. Mengamati dengan seksama sosok Rama untuk yang terakhir kali, sebelum akhirnya aku melangkah pasti tanpa menoleh lagi ke bayangannya. Dan tepat ketika mataku menatap foto terakhir kami, tak kuasa aku meneteskan air mata. Tak ada sosoknya, tak ada pula aku, hanya senja yang selalu kami tatap bersama setiap sore. “Aku merindukanmu Ram,” bisikku dalam hati.

senja di jembatan komering

 Word count: 591

“Tulisan ini diikutkan pada Giveaway Satu Tahun dari blog celoteh .:tt:.

=============================================================

FYI : Jembatan Komering adalah jembatan yang terdapat di daerah Martapura Kab. OKU Timur Prov. Sumatera Selatan, dan di bawahnya mengalir sungai komering yang merupakan bagian dari Batanghari Sembilan.  Batanghari Sembilan iu sendiri adalah sembilan sungai besar yang bermuara di sungai musi, dan sungai komering adalah salah satunya. Foto senja diatas, diambil ketika lebaran idul fitri tahun 2011.

*91’91*

133 thoughts on “Senja Terakhir di Komering

  1. suit..suit…ini beneran murni fiksi atau berdasarkan kisah nyata hehehe……keren bangetceritanya…makin jago aja nech bikin cerita fiksi….foto senjanya juga kereeeennnn….

  2. waahh sama nih senja, hujan selalu membuat kita merindu seseorang..😀
    baruuu saja kemaren saya dikirimin MMS fot0 senja hihi..

    *ketekape kontes ah pengen lihat..

    sukses ya dhe..

  3. alurnya bagus, gaya bahasanya juga sederhana, namun mengena. Tema yg diangkat simple banget, tp krn dibawakan dg gaya yg santai hingga membuat pembaca mendapatkan sesuatu yg alhamdulillah yaaa😀

  4. postingan yang sangat menarik🙂
    sangat bermanfaat.. ^_^
    keep posting yaa..

    ingin barang bekas lebih bermanfaat ?
    kunjungi website kami, dan mari kita beramal bersama..🙂

  5. lagu itu emang suka bikin hanyut Del, udah jangan dengar lagi

    berani nggak ya bunda coba2 buat fiksi , pengen ramein acaranya Tt, tp ngeliat karya keren ini keder duluan Dhe

  6. Yak ampuuun seharian gk buka inet ternyata udah ada peserta masuk… Makasih ya Dhe.. Iya bener, Dhe peserta pertama..

    Ayo Del, move on…🙂
    Senjanya cantiiiik banget….
    Makasiiiiiih… :-* #ketjup

  7. Ceritanya bikin tersentuhh… mantappp… seperti lagi membaca cerpen di Kompas… bener-bener dehhhh bagussssssss.. jujurrr bagussssss bangettt….suka dengan tulisan iniiiiiii….. hhmmm.. gimana lagi yaa membahasakannya… seriusss… saya suka bangettttt…. ini bukan pujian tapi bener-bener sukaaaa….. 4 jempollll buat postingan inii….

    kalo saya panitia giveaway-nya, maka bisa langsung saya putuskan bahwa inilah pemenangnyaa…🙂

  8. apakah ini yang dinamakan Sephia – by SO7
    ataukah kata bang Roma – Kau yang mulai, kau yang mengakhiri
    atau….. Separuh Jiwaku Pergi by Anang

    Lho kok, malah request lagu toh yoo😀

    Good Job dhe🙂

  9. Sesosok rama kayaknya sangat spesial sob. Sampai melamunkannya terus. Kasihan juga yang sedang menunggu 4 musim tiba itu loh. Kalau sudah berhasil melewati 4 musim, akan datang melamarnya itu lho sob.

    Btw 4 musim itu berapa tahun sob?

  10. Aku pernah loh ke sanaaaaaaaaaaaaaaaaa.. *bangga sebagai orang Komering*
    Bagus Dhe, bilangin sama Della, nggak usah lagi inget sama yang lalu-lalu. Rugi :p
    Btw, nama tokohnya bagus, hihihihi.. *emak narsis*

Berkomentarlah dengan bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.. :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s