Liburan Seru Awal Tahun

Judulnya memang agak aneh, karena sekarang bukan awal tahun lagi. Tapi karena liburan ini terjadi di awal tahun kemarin dan saya belum sempat mempublikasikannya, maka saat ini saya memaksakan judul postingan ini dengan Liburan Seru Awal Tahun. Sebenarnya nggak seru-seru banget, karena pada akhir Januari kemarin saya hanya pulang dan diam dirumah. Hanya saja yang bikin seru pada liburan kemaren adalah duren. Yap, liburan saya kemarin bertepatan dengan musim duren. Pokoknya mabok duren dah, disemua tempat yang saya datangi pasti saya selalu disuguhi duren. Dan parahnya, ternyata adik saya yang masih bocah, yang baru berumur 1,5 tahun, dia sanggup makan 4 biji duren dalam sekali makan. Hahahahahaha. Ditambah lagi keponakan saya si Atun, wuidiiihh kalo liat duren udah kayak orang kesambet jin duren aja. Gila bener dah pokoknya, mereka benar-benar bocah ajaib. Tapiiiiiiiiiiiiii, saingan makan duren saya bertambah. :cry:

Tapi nggak, saya tidak akan memajang foto saya ketika tengah asyik menikmati duren. Saya paham bagaimana perasaan sahabat gamazoe yang juga penyuka duren seperti saya, dan karena itu saya tidak ingin membuat kita ngiler berjamaah ketika saya menyuguhi foto duren-duren yang menyejukkan mata #halah. Jadi intinya, saat ini saya akan mengabadikan moment indah di malam terakhir liburan saya. Saya, keluarga saya, plus sahabat-sahabat saya. Semua berkumpul jadi satu, bahu membahu demi tercipta ikan bakar yang luar biasa enak. Langsung aja dah, silahkan dinikmati suguhan saya kali ini.

tersangka utama, ikan gurame

Jadi sore itu, sebenarnya sahabat-sahabat saya datang menjemput untuk mengajak saya jalan-jalan sore. Hanya saja setelah babibu panjang lebar, ee mendadak saya ingat kalo ibu pernah menyuruh saya untuk ngajak sahabat-sahabat saya bakar ikan. Jadilah sore itu akhirnya kami berubah haluan. Mereka yang udah pada rapi, ganteng dan setelan wangi. Akhirnya harus berakhir di kolam ikan, hahahahahahha. Ada yang bertugas menjaring ikan, ada yang bertugas nangkep ikan, ada yang bertugas membersihkan ikan, dan ada yang bertugas mempersiapkan tempat eksekusi pembakaran. Kakak saya pun ikut andil, dia bertugas menyiapkan bumbunya. Dan saya?? Hmm, saya jadi tim sukses saja. :D

mereka yang bertugas membersihkan ikan

mereka yang bertugas menyiapkan tempat pembakaran

Eksekusi pembakaran kami lakukan selepas shalat isya’. Mulai heboh melakukan pembakaran jam 8 malam, tapi api baru sukses menyala dan baru bisa bakar ikan jam 9. Hahahahaha, benar-benar tidak profesional, menghidupkan api saja sampe 1 jam. Tapi yowes, akhirnya setelah kurang lebih 1 jam membakar. Kami akhirnya makan juga, ikan bakar lengkap dengan lalapan, nasi anget, plus sambal terasi. Dan lagi, malam itu kami makannya bareng-bareng diatas daun pisang. Waaahh, benar-benar malam penutupan liburan yang sempurna *mendadak pengen liburan lagi*.

ekpresi gagal saat pembakaran karena asap

makan bersama diatas selembar daun pisang

penampakan akhir ikan bakar dan kroni-kroninya

Saya kasihan dengan ikan-ikan gurame itu. Kami berhasil memakan mereka tanpa ampun, tidak menyisakan sedikitpun daging kecuali tulang belulang. Dan setelah makan, malam penutupan liburan kami tutup dengan minum kopi bersama. Indah, dan semoga moment-moment indah ini akan sering terulang. Spesial thanks untuk sahabat-sahabat saya, Borie, Iyan, Yogi, Agie, Asep, Yogi Ndut dan Ayi. Kalian sudah membuat Januari saya terasa lebih indah kemarin, terimakasih untuk kebersamaannya. :)

*91’91*

About these ads

92 thoughts on “Liburan Seru Awal Tahun

  1. Untung aku nggak suka duren jadi nggak ngiler baca posting ini Dhe, huahaha :lol: TAPII, ngiler baca ikan guraminya!! Gyaaaaa!!! :shock: Pengen makan gurami! Bukan dibakar tapinya, digoreng aja, atau dimasak asam manis, huahaha :lol:

  2. Duren Dhenok, boleh juga apalagi saat ini daerah Palembang sedang panen duren dan duku. Konon saking banyaknya produksi ke dua buah idaman ini, harganya pun anjlok. Kalau di Jakarta duren ukuran sedang saja bisa Rp. 25.000 sebiji dan duku 1 kg Rp. 8000….bisa-bisa di sini harganya super murah dan meriah, betul tidak?
    Makan duren dan mengulum buah duku memang kegemaranku…tidak ada pantangan, asalkan masih dalam kewajaran. Salam…kebun durennya sedang panen ya ?

    • di Palembang duren udah hampir abis mbak, yang mbludak sekarang duku.. rata2 3kg dijual 10rb, tapi tak sedikit pedagang yang berani jual 4kg/10ribu.. hahahhaa.. pokoknya mabok duku dah.. :D

      • Tetangga ku baru pulang dari Palembang. Dia cerita kebunnya di sini sedang panen duku dan rambutan. Saking banyaknya, duku cuma laku seribu rupiah hingga dua ribu rupiah per kilo. Sedangkan manggis juga murah harganya.
        Di Jakarta duku sekilo enam ribu rupiah.

      • iyaa.. biasanya kalo dari kebun dan dijual ke pedagang, emang murah mbak.. nah dari pedagang itu ke pembeli yang agak mahal.. 3kg masih 10rb.. itu mahal kan yaa?? hahahaha

  3. Durennn, di Djember saat ini masih musim duren Dhe, untung saya bukan durenkholic hehe,,eh tahun ada acara bakar²an toh,,sama kalau begitu cuman bedanya Dhe di Pelembang saya di Banyuwangi hahaha

    Selamat Pagi Dhe, Jum’at Mubarrok

  4. ternyata bukan hanya duren yang bikin ngiler ikan bakannya pun bikin mupeng lapar. eh ada yg beda dari tulisan dhenok euy, kurang atau ga ya?

    Jumat mubaroq.

  5. kalau aku biasa’a & paling suka dengan ribet2′a di banding makan’a kaya ada acara bakar2 kaya begitu soalnya menikmati kebersamaan itu lebih enak dari makanan apa pun

  6. manteb tenaannn, hasil jerih payah dan dinikmati secara langsung ramai-ramai pakai daun pisang langi, rasanya bisa mengalahkan rasa resto. Karena yang mahal adalah ‘nilai’ kebersamaan di alam.

  7. justru dengan memakannya kita menunjukkan rasa kasih sayang, karena ikan diciptakan untuk dimakan, itu tugas mereka mengenyangkan kita. termasuk tugas duren

  8. Busyetttttttttt..
    katanya nggak mau buat pembaca blog ini ngiler berjamaah gara2 posting budah duren yang menyejukkan mata itu?
    Tapi dirimu telah membuat ngiler seorang jamaah yang menyaksikan prosesi bakar gurame itu.
    nulis komennya aja sampe nelen lidah, glek..glek..glek..
    tanggung jawab Dhe…:)

Berkomentarlah dengan bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.. :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s