#93. Asked Why?

Saat semua orang mendorong saya untuk berdiri di tengah-tengah perhatian,
Saya lebih memilih berada di pinggir perhatian.
Tanya kenapa?
Karena di situ saya bisa melihat lebih,
dengan kaca mata hati tanpa batas pandangan, saya bisa melihat dunia yang penuh warna,
tanpa ada satu orangpun yang sanggup membelenggu penjelajahan saya.

Tulisan ini sangat sederhana, ditulis oleh makhluk sederhana, dengan cara penyampaian yang lugas dan sederhana pula. Di sini saya ingin membahas fenomena kehidupan sosial secara umum, yang pernah direkam oleh kaca mata hati saya. Pada tulisan ini saya merangkum beberapa pertanyaan yang sering dilontarkan banyak orang tentang berbagai hal dalam kehidupan, dan saya akan menjawabnya sesuai batas pengetahuan, wawasan hayalan yang saya miliki.

Gaya hidup (Remaja)

Tanya: kenapa populasi kaum alay begitu sangat menjamur beberapa tahun belakangan ini?

Jawab: Tanpa perlu dijelaskan, saya yakin semua sudah tahu apa itu kaum alay. Banyak orang yang menyalahkan situs jejaringan sosial (baca: facebook) yang menyebabkan menjamurnya kaum alay, namun saya tidak sependapat dengan pandangan seperti itu, karena menurut saya tanpa ada facebookpun mereka bisa saja menjajah di jejaring sosial lain seperti twitter, G+, dll.

Mengingat kaum alay sebagian besar berasal dari para remaja (baca: ABG), saya melihat salah satu penyebabnya adalah: Budaya ikut-ikutan serta tujuan yang tidak jelas dalam menggunakan sosial media, sehingga mereka melupakan pentingnya sebuah daya guna. Karena setiap tindakkan selalu bermuara pada dua hal: Baik atau buruk, manfaat atau sia-sia, mendidik atau menyesatkan dsb.

Coba tanyakan kepada mereka (kaum alay), apa tujuan mereka menggunakan sosial media? Sadarkah mereka dengan apa yang telah mereka lakukan?

Kaum alay itu seperti meludahi mukanya sendiri, entah disadari atau tidak ia telah merusak tata bahasa bangsanya sendiri, mereka tidak  menghargai jerih payah para pejuang dan semangat sumpah pemuda “Berbahasa satu, bahasa Indonesia”. Seni, kata itu yang sering saya dengar sebagai alasan mereka, dan itu sama sekali sangat sulit untuk diterima oleh pola pikir orang waras, karena dalih yang mereka kemukakan sama sekali tidak bisa dibenarkan. Ketahuilah wahai kaum alay, selamanya segala hal yang merusak tetap merusak, dan segeralah kembali ke jalan yang benar.

Hiburan (Musik dan Film)

Tanya: Kenapa banyak bermunculan band-band baru, boys/girls band dadakan dan kenapa industri perfilman tanah air seperti sulit lepas dari genre horor yang menakutkan?

Jawab: Karena banyak produsen (produser) yang lebih mementingkan keuntungan dan nilai jual dalam memenuhi selera pasar ketimbang mengedepankan kualitas dari musik itu sendiri. Zaman sekarang yang dijual dari seorang yang mengaku pemusik (musisi) bukan lagi karya musiknya, tetapi tampang dan goyangannya, mengenai kemampuan bermusik soal belakangan.

Masalah film, jawabannya lebih kurang sama dengan jawaban diatas, kesimpulannya: Sponsor lebih utama ketimbang kualitas, kendatipun banyak penikmat film tanah air yang telah januh dengan genre dan judul yang melulu “pocong berbondong-bondong” dan sejenisnya. Lebih memiriskan lagi, banyak tontonan di televisi yang sarat akan kekerasan dan perilaku yang tidak mendidik (no hope).

Politik dan hukum

Tanya: Kenapa tindak pidana korupsi seperti tiada hentinya terjadi di bumi pertiwi ini?

Jawab: Karena moral pelaku korupsi terbelakang, sementara undang-undang yang sudah ada tidak cukup memadai untuk membuat para pelaku jera. Buktinya, maling sandal seharga  dua puluh ribu bisa dituntut hukuman lima tahun penjara, sementara rajanya maling, tukang rampas duit rakyat dengan total uang yang dimaling menyebut angka triliunan, hanya dituntut selama dua atau tiga tahun kurungan saja, (lucu kan? bukan hanya lucu lagi, tapi gila).

Seni dan Kebudayaan

Tanya: Pendapat Anda tentang peran serta generasi muda dalam melestarikan kesenian dan kebudayaan yang jumlahnya sangat banyak di nusantara ini?

Jawab: Semua orang pasti akan sangat marah, bila ada kebudayaan tradisi ataupun kesenian yang berasal dari negaranya diklaim oleh negara lain, tapi sadarkah kita sebelum kita marah, apakah kita telah benar-benar mencintai dan melestarikan kebudayaan yang telah diwariskan oleh nenek moyang terdahulu kepada kita?

Saya sangat bangga kala melihat anak bangsa yang berbudaya lebih percaya diri menari tarian daerahnya ketimbang tarian tidak jelas seperti yang banyak saya temui pada acara musik di televisi yang hampir semua tariannya diadopsi dari tarian milik atau budaya orang lain (asing).

Mengenai kebudayaan, tradisi dan kesenian daerah, harus ada undang-undang khusus yang memayunginya agar tidak ada lagi negara lain yang berani merampasya dari kita. Dan satu lagi, pemerintah pusat maupun daerah harus berperan aktif dengan cara menyertakannya pada kurikulum pendidikan formal agar warisan budaya kita tidak luntur dan hilang ditelan zaman.

Pendidikan

Tanya: Kenapa banyak pelajar yang histeris dan pingsan saat melihat pengumuman kelulusan?

Jawaban: Karena banyak pelajar yang hanya tahu sekolah, tetapi mereka tidak tahu untuk apa mereka sekolah.

Pemerintah mengingankan (menuntut) kualitas pendidikan dengan fase nilai tertinggi, tetapi tidak diiringi dengan fasilitas yang memadai. (0 + 0 = 0)

Konflik dan kekerasan

Tanya: Kenapa kekerasan terus terjadi dan terjadi lagi di negeri ini?

Jawab: Banyak kepentingan yang melatar belakangi semua itu, salah satunya adalah egoisme dan hilangnya rasa saling menghargai antar sesama.

Jika Anda ingin meraih level kebahagiaan, maka atasi ego Anda. Buatlah sebuah keputusan berani, untuk melepas perasaan:

Ingin selalu menguasai
Ingin selalu disetujui
Ingin selalu dipuji

Karena di tiga area itulah egoisme kerap beraksi.

Sumbernya adalah egoisme, baik itu atas nama pribadi atau golongan. Jadilah diri sendiri dan pribadi yang punya prinsip agar tidak mudah dipengaruhi atau diprovokasi oleh orang lain dan Jadilah peribadi yang manusiawi selayak-layaknya manusia, yang mampu mengoperasikan fungsi akal sehat ketimbang kekuatan fisik untuk hal yang bermanfaat.

Penutupan

Tanya: Pesan yang ingin Anda sampaikan?

Jawab: Agama merupakan fondasi utama bagi setiap nafas dan langkah kehidupan, pendidikan agama merupakan hal yang sangat penting, maka dari itu peran serta para ulama sangat diperlukan untuk mencerahkan sekaligus meluruskan segala kekeliruan yang terjadi di masyarakat banyak.

Semoga saya, pembaca dan kita semua termasuk ke dalam golongan orang yang baik.

Tidak banyak hal yang saya harapkan, semoga tulisan sederhana ini bisa menjadi acuan bagi kita semua untuk introspeksi diri, sebagai cemilan dalam mengarungi gelombang kehidupan yang sarat akan perjuangan, keringat dan air mata darah.

Yang bisa saya katakan adalah saya sosok yang tidak sempurna,
sebagaimana diketahui semua orang.

Saya memilih untuk tidak menyembunyikan kelemahan serta kesalahan saya.
Meskipun saya tidak sempurna, jika saya melihat sesuatu yang tidak saya sukai,
 saya langsung mengatakannya.
Sementara orang lain memilih menggunakan pihak ketiga.

Humor 

Tanya: Kenapa judul tulisan Anda pakai bahasa bule?
Jawab: Biar yang nulisnya dikira orang bule (bule gadungan).😀

Tanya: Ada satu lagi, TANYA?
Jawab: Muke gile, nanya mulu, kayak orang bloon lo.😀😀😀

Selamat untuk postingan yang ke 93 Gamazoe

Toean Moeda

55 thoughts on “#93. Asked Why?

  1. Pesan terakhir itu tepat banget.. Hanya saja, yang harus digarisbawahi bahwa ajaran agama harus dipahami dengan baik dan benar. Fanatik buta malah membuat kebenaran menjadi kebrutalan. Agama harus disikapi seperti biola, jika dimainkan oleh orang yang punya ilmunya, maka akan menghasilkan harmoni musik yang indah, namun jika dimainkan oleh orang yang tidak memiliki ilmunya, yang keluar justru suara yang memekakkan telinga, tidak indah sama sekali..🙂

    • Terima kasih mas Vizon.

      Betul sekali, budaya telan mentah-mentah dalam pemahaman Agama harus di hilangkan, karena sering kali menyesatkan. Sikap hati-hati penuh pertimbangan perlu di tanamkan sebelum membenarkan ideologi yang di sampaikan oleh orang lain, mengingat di zaman sekarang banyak orang yang jago akting untuk kepentingan yang tidak sehat.

  2. Gaya Hidup…

    Namanya juga masih ABG mereka masih alay dan lebay mungkin pada suatu saat nanti mereka menyadari apa yg mereka lakukan itu bikin keki. Semua butuh Proses dan Lingkungan sangat mempengaruhi.

    Seni dan Kebudayaan.

    Malaysia terdiri dari suku china, india dan melayu, Melayu terdiri dari berbagai suku daerah (nenek moyang yg berasal dari Indonesia).
    Nenek moyang beranak pinak dan masih menetap di malaysia dengan melestarikan budaya dan kesenian daerah masing-masing dari dulu hingga sekarang. Yang jadi pertanyaan apakah mereka tidak boleh kesenian dan kebudayaan nenek moyang mereka? kalau urusan ngeklaim aku sendiri kurang tahu.
    Saya memperhatikan orang malaysia sudah banyak yg pandai berbahasa indonesia-betawi. Kenapa bisa? karena setiap hari nonton sinetron :)) nah apakah nanti klo orang malaysia memake bahasa indonesia-betawi juga tidak boleh?

    • Terima kasih, Sobat berbahaya.

      Sebenarnya di atas saya tidak menyebutkan negara A ataupun negara B. (sengaja saya privasi, agar tidak mendatangkan kesan negatif, yang mengarah kepada kesan memojokkan negara tertentu).

      Saya tidak ingin membahas tentang sesuatu yang masih abu-abu (seperti bahasa), sebenarnya sudah jadi rahasia umum, mengenai kata klaim di sini.

  3. tanya, dhe: Kenapa agama seperti tidak punya peran penting ketika ada di wilayah publik, sehingga kejujuran dan keadilan–yang merupakan pesan utama dalam setiap agama–sepertinya tidak terealisasi di negeri ini?

    maaf jika pertanyaannya seperti ini, tapi ini bener2 bikin saya gelisah…

    • Mas HILAL ALIFI.

      Sebelumnya maaf, saya merasa terpanggil untuk menjawabnya, walaupun pertanyaan Mas Hilal di tujukan untuk Dhe.🙂

      Seperti yang saya tulis pada tulisan di atas, Agama merupakan fondasi dari semua langkah kehidupan.

      Bila orang benar-benar memahami dan tahu cara terbaik dalam merealisasikan ajaran Agama pada kehidupan, pasti jalannya akan lurus, namun fakta yang banyak terlihat sekarang malah sebaliknya. Menurut saya banyak hal yang melatar belangi semua itu: Salah satunya adalah minimnya pengetahuan Agama ataupun pemahaman yang salah, sehingga berimbas kepada perilaku dan sikap yang tidak baik.

      Sejatinya peran agama merupakan hal yang sangat vital dan tidak bisa di pisahkan dari kehidupan.

  4. thanks buat musisi indonesia sudah meramaikan blantika musik indonesia dan terimakasih kepada sineas2 yang sudah repot2 bikin film

  5. mengapa hukum seperti pisau yang tajam mengiris-iris pada bagian bawah dan menumpul pada bagian atas, ya?

    dari segi perundang-undangannya bisa saya katakan tidak ada yang benar-benar tidak beres. malah peraturan bisa dibuat sesempurna mungkin.
    tapi pada kenyataannya das sollen tidak bersesuaian dengan das sein. ada apa?
    ini sangat komplek. hedeeeh. -__________-

    • Karena banyak pejabat yang mendewakan uang dan kekuasaan.

      Kenyataannya uang telah menjadi bahasa kalbu, santapan rohani para birokrat, rakyat dan juga wakil rakyatnya, tentu saja tidak semuanya, tapi yang pasti banyak yang suka. Akibatnya hukum dengan sangat mudah di permainkan oleh mereka yang tidak amanah.

      • iya. herannya, kini fakultas hukum makin banyak peminatnya tp jumlah praktik korupsi juga meningkat.
        ah, saya gak mau ah ntar kerja di ranah yg rawan godaan korupsi. hehhe

  6. untuk fenomena jamur musiman band baru atau boy/girl band belakangan ini… yeah, menurut saya itu tak lepas dari kepentingan kaum kapitalis dalam pertelivisian. selama band atau boy/girl band itu mendatangkan rupiah untuk mereka, memepergemuk kantung2 modal mereka, selama itu pula mereka akan memfasilitasi para band atau boy/girl band itu untuk terus berwira-wiri di stasiun televisi mereka, tak peduli bagaimana bentuk suara mereka.
    dan ketika mereka sudah tidak mendatangkan uang lagi, maka tenggelamlah mereka.
    kemudian dimunculkanlah ‘bintang’ baru yang bisa mendatangkan rupiah.

    walau, tak sedikit yang mengkoarkan kehadiran band dan boy/girl band itu sebagai bentuk geliat permusikan tanah air.
    menafikan kenyataan pahit, bahwa ada kuasa tangan2 kapitalis di balik layar. yang layaknya Sasori atau Nenek Chiyo dalam film Naruto– memiliki benang-benang yang mengontrol para ‘boneka’, para ‘bintang’ itu.

    miris ya.🙂

  7. Wuih, berasa kayak di talkshow nih ya Dhe, menjawab banyak pertanyaan-pertanyaan gitu; dan dalam lagi bahasannya, hehehe🙂

    Iya, yang terakhir benar tuh menurutku. Pendidikan agama itu penting. Namun, ini juga harus berhati-hati. Fokus dari pendidikan agama itu sendiri juga harus benar. Kalau cuma sekadar menghafalkan ayat-ayat di dalam kitab suci agama masing-masing sih, ini namanya juga sudah salah arah. Karena ayat-ayat itu kan harus ditafsirkan dengan tepat. Kalau cuma asal comot dan menafsirkannya sesuai tulisan, ya malah jadi membuat kekacauan kan. Jadi, pendidikan agama ini harus sejalan dengan pendidikan moral. Jadi, seseorang itu bertindak mengikuti ajaran agamanya, dan sekaligus dituntun oleh moral🙂 *jah, sok dalam bahasa saya😛 *

  8. yup..inilah yang sekarang banyak terjadi dan menjadi salah satu potret buram di negeri kita…semoga kelak ada langkah awal untuk berubah menuju hari yang lebih baik di dunia dan di akhirat….nice share post🙂

  9. super mantaap. . . 😉

    paling suka yang tanya Pendidikan. . .
    untuk output siswa memang sangat penting, sarana prasarana dan pengajar juga penting.
    tapi ada yang lebih penting lagi?😉
    kalau bisa kita bantu teman-teman atau saudara kita yang tidak bisa melanjutkan ke SLTP (wajar 9 tahun). Dengan memanfaatkan dana BOS untuk SLTP, maka siswa tidak dibebani spp, iuran dll yang menyangkut dengan uang.
    jadi, kita membantunya dengan memberi mereka uang saku untuk naik angkot khususnya dan jika uang masih lebih tidak ada salahnya menambah uang jajan.😉

  10. mengomentari kaum alay yang meraja lela, dulu yang dituduh adalah friendster sebelum facebook populer seperti sekarang

    dulu pernah ada pendapat, kaum remaja akan menggunakan friendster sementara kaum dewasa akan menggunakan facebook, ternyata salah, abg pun ikut ikutan pindahan ke facebook, hehehe

  11. facebook:
    udah gak diragukan lagi, update status sdah gak bisa di pisahkan lagi bagi orang yg sdah kecanduan facebook, mereka hanya menulìs sesuatu yg gak penting.

    musik:
    gak kalah juga sama facebook.
    kita dapat liat di tv.
    sudah terlalu banyak acara musik seperti: dahsyat yg kerjanya cumak nyanyi saja.
    yg menurutku itu gak penting.
    iya gak.

    pendidikan:
    kalau ini sudah sering sob sy liat di tv.
    anak sekolah skarang cumak suka bermain saja.

  12. semoga tulisan ini betul bisa jadi introspeksi diri. bener banget semua marah pas budaya kita di klaim negara lain, ato apapun yang di klaim negara lain. tapi yang pada marah dan kesel itu nyatanya gak membudayakan, melestarikan, cinta pada budaya itu sendiri ya..

    keren postingannya. di peruntukkan mbak dhe ya.

  13. tanya kenapa? hehehehe
    puisinya bagus..pas banget dengan saya
    saya artikan puisi diatas sperti apa yang saya alami saat melancong
    orang-orang bilang melancong rame2 itu menyenangkan, tapi bagi saya melancong sendirian dua kali lebih menyenangkan..saya punya banyak waktu untuk menikmati keindahan.,bahkan untuk hal2 kecil yang tidak diperhatikan orang lain…😉

  14. jujur saya paling sedih kalau lihat anak muda cuma teriak2 kagak jelas pas kebudayaan bangsa ini direbuut sama bangsa lain tapi giliran kagak direbut kagak peduli seakan budaya itu kaya sampah di penampungan
    bangsa indonesia kagak akan besar & ramai turis kalau kagak ada budaya yang unik & tradisional

Berkomentarlah dengan bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.. :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s