#97. I Hate My Best Friend

Lho, kok bisa?
Katanya best friend? kok malah benci?
Awalnya sangat dekat dengan sahabat.
Lalu………. keakraban itu mulai pudar dan berubah menjadi rasa benci, iri, pokoknya bikin hati iritasi.
Semua orang terlahir untuk memiliki sahabat, dan menjadi seorang sahabat yang senantiasa membuka kedua tangan untuk memberi dekapan erat dan pundak yang available untuk bersandar.

Ada ungkapan populer, Friendship is like a pill!.
Ya, sebuah ‘pil’ ajaib yang selalu kita butuhkan, kita telan, dan punya efek menenangkan setelahnya.
Kalau dipikir-pikir lagi, persahabatan itu punya rumus yang nyaris serupa dengan relationship dengan si dia.
Ada saatnya kita merasa sangat dekat dengan sahabat hampir setiap saat.
Lalu, entah apa penyebabnya, whooosshh… keakraban itu mulai pudar dan berubah menjadi rasa benci, iri, pokoknya bikin hati kita terkontaminasi.

Sukseslah kita disergap dengan beribu-ribu pertanyaan, tapi sebenarnya melabuhkannya pada ujung yang sama, “Apa saya bukan sahabat yang baik?”
Tanyakan dalam hati, mengapa bisa muncul pikiran-pikiran seperti itu?
Normal kok jika kita menemukan ups and downs dalam persahabatan.

Masih ada lain yang perlu kita dengar : Tidak ada satu pun sahabat yang bisa memenuhi apa yang kita butuhkan: ada yang menyenangkan saat diajak curhat, ada yang fun untuk bersenang-senang, bahkan sebuah persahabatan yang tak terpisahkan sekalipun akan menemui sebuah permulaan, masa-masa indah, dan putus begitu saja.

Sebelum pertanyaan-pertanyaan lain semakin mengusik pikiran, lantas tergesa-gesa memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan sahabat, itu tandanya Anda harus membaca artikel ini sampai selesai.
Karena kita tak bisa begitu saja berkata, “Saya tidak butuh sahabat!”

Kita harus tahu benar bagaimana cara untuk mempertahankan persahabatan, bahkan (sorry, jika menyakitkan) harus mengakhiri tanpa harus menyakitinya setelah diguncang ‘perkara’ hebat.

Friendship Saver:

Ini terjadi karena kita terlalu fokus mengejar sesuatu yang ingin didapatkan ketimbang memikirkan apa yang sebaiknya kita lakukan sekarang.
Jika terus memikirkan apa yang sahabat kita miliki, kita makin tak bisa menghargai potensi yang terpendam.
Ingat, kita bukanlah orang yang baru saja ia temui.
Ia tahu betul detail ukuran baju, celana, bra, sepatu, tahu apa yang bikin kita kesal, hingga tahu berapa total fling dalam hidup kita.

Maka, untuk mendeteksi kalau kita sedang diserang rasa iri bukanlah masalah yang sulit diterka buatnya.
Terus-terusan iri, lama kelamaan sahabat kita mulai merasa tidak nyaman berada di dekat kita.
Hilangkan rasa gengsi dan kumpulkan keberanian untuk meminta nasehat soal karier, relationship, tips diet sampai masalah financial padanya.

Atau utarakan sambil setengah bercanda sehingga ia semangat cerita.
Jadi kalau besok-besok ia mengajak pergi belanja saat simpanan uang telah berada di level emergensi, kita tak akan ragu bilang : “Duh, tas saya mulai iri melihat Prada kamu nih.”
Dan, seorang sahabat yang baik pun pasti akan ‘mengenal’ nada bicara itu ( bahwa kita sedang bokek atau tidak mampu untuk membeli barang barang bermerk tersebut)……………

Salam

Bunda Don’t Worry

84 thoughts on “#97. I Hate My Best Friend

  1. Wah udah lama banget ga baca tulisan bunda don’t worry. seingat aku semenjak ibu bunda masuk rumah sakit terus aku mulai jarang mampir karena postinganya sering puisi #Curcor.

    Hem sahabat ya….
    datang dan pergi itu sudah biasa, tapi mungkin bisa direnungkan kembali kenapa satu persatu sahabat yg dulu akrab dengan kita bisa pergi meninggalkan kita?

  2. saya dulu bersahabat 5 orang dan kemudian salah seorang “meninggalkan” kami karena tidak nyaman, lalu salah seorang lagi pergi karena prinsip hidupnya benar-benar sudah tidak bisa ditolerir. dan akhirnya sekarang sisa 3, semoga todak ada lagi yang gugur #curhat

  3. Ya, hubungan persahabatan memang ada pasang surutnya ya Dhe *halah, apaan sih, hahaha😀 *. Apalagi kalau ketemuannya “intens” alias sering gitu. Jadi kemungkinan bentroknya makin sering deh. Tinggal kitanya aja mau ada upaya untuk lanjut atau tidak, haha

  4. Namanya juga sahabat. Makin dekat, tentu makin besar kemungkinan ‘bergesekan’. Saya pernah menjauh dari sahabat yang paling saya sayangi cuma gara2 dia gak mau jawab pertanyaan soal kerjaan padahal waktu itu saya sedang panik. Dan saya sepertinya berharap terlalu banyak pada sosok yang namanya sahabat. Saya lupa kalau mereka juga manusia. *kok, malah jadi curhat, sih?*

    • hmm, semua pasti punya pengalaman buruk dengan sahabatnya ya mbak… tapi pengalaman itu sendiri yang akan membuat kita jadi lebih mengerti akan makna persahabatan sesungguhnya..🙂

  5. Sahabat, jika ada yang kau benci dariku, bencilah sekedarnya karena bisa jadi itu kekuranganku. Dan jika ada yang kau sukai dariku, lakukanlah sewajarnya karena sesungguhnya aku bukanlah makhluk yang sempurna.

  6. biasanya mba & menurut pengalaman aku
    yg dinamakan sahabat sejati itu akan terjadi bila sudah terjadi perselisihan diantara kedua belah pihak,maka secara otomatis & perlahan persahabatan yg renggang tsb akan menjadi lebih erat ke depan’a

  7. terkadang perasaan “bersahabat” membuat kita sedikit demi sedikit menyetir org lain
    ketika kita ingin curhat,bukan pembelaan yg kita dpt. pdhal sbagian bsr org jika ada mslh dan ingin berbagi dg org lain sisi yg begitu menonjol adl mencari pembelaan, bukan pembenaran. dr situ -jika kita bukan org yg melcome dg saran- pasti kita akan menganggap sahabt kita tidak baik.
    jd, jika kita ingin menjalin persahabatan yg baik, mencobalah terbuka dan membuka🙂

    bagus artikelnya dhe…

  8. apa ya?
    emang sahabat apa sih mbak? orang yg dekat dengan kita?
    saya gak punya sih, kalo ada juga ibu.

    sama teman ya kadang dekat, kadang nggak.
    ya kyk gitu, ada teman yg cocok buat ngomong serius, ada yg buat have fun.

    saya gak ingat tanggal lahir ataupun nmr sepatu teman. apa saya bukan teman yang baik? heheheh

    • definisi sahabat itu selalu berbeda-beda tiap orang mbak.. dan untuk masalah tgl lahir ataupun nomor sepatu, itu hanyalah perumpamaan saja.. perumpamaan kalau kita sudah mengenal dekat sahbat kita..🙂

  9. itulah hukum alam … semua terseleksi seiring waktu. Bahkan sering juga terjadi, seseorang yang awalnya amat sangat kita benci, ujung2nya malah jadi sahabat baik. *pengalaman pribadi*

  10. saat ini saya merasa tidak ada teman yang nyata, karena pada saat ini saya sedang dilanda suatu permasalahan, dan anehnya teman2 dekatku seolah-olah tidak tahu masalah yang sedang kuhadapi, padahal masalahku ini sudah menjadi rahasia umum. Sepertinya hanya Tuhan sahabat paling sejati

  11. Tidak semua orang bisa menerima secara lapang dada apa yang sedang dihadapi, tapi selagi saya mampu, meski bagaimana pun caranya, hubungan sosial antar sesama manusia tetap akan saya pertahankan untuk menjadi lebih baik🙂

  12. Memang terkadang yang namanya manusia pasti tak lepas dari iri mas, yang terpenting itu adalah bagiamana kita meminimalisir rasa iri ini, karena kalau berlebihan kan bisa berabe jadinya.

    Dan lagian kita juga mesti nyadar diri mas, masa tiap ada barang yang sahabar kita miliki, terus kta jadi iri karenanya..buset dah:)

  13. Sahabat layaknya seorang Ibu yang cerewet!
    Hadeeeh banyak komentar ini dan itu,
    Eh, tapi senang juga karena dengan begitu saya punya “cermin” hidup🙂

  14. Jadi inget lagunya Sheila on Tujuh : Sahabat Sejati :

    Sahabat sejatiku, hilangkah dari ingatanmu
    Di hari kita saling berbagi
    Dengan kotak sejuta mimpi, aku datang menghampirimu
    Kuperlihatkan semua hartaku

    Kita s’lalu berpendapat, kita ini yang terhebat
    Kesombongan di masa muda yang indah
    Aku raja kaupun raja
    Aku hitam kaupun hitam
    Arti teman lebih dari sekedar materi

  15. saya pas bujangan dulu punya beberapa sahabat yang sangat dekat sampai curhat-curhatan masalah pribadi masing-masing tapi setelah pada nikah kayanya kita pada punya sahabat sendiri-sendiri yaitu istri kita sendiri.. dialah sahabat saya dalam suka dan duka dalam damai dan dalam pertengkaran😀

  16. Yang namanya sahabat memang bisa datang dan bisa pula pergi, bisa dekat sedekat2nya tapi tak jarang pula bisa berubah jadi benci sebenci2nya…
    Yang sering terjadi biasanya tentang kesalah pahaman yg sengaja diciptakan oleh pihak ketiga

  17. Sahabat kita juga manusia bisa ya Dhe..Dia juga punya kekurangan seperti halnya kita. Untuk menghindari kita membencinya, yah, ada waktunya kita mundur sejenak dan meletakan persahabatan tersebut sebagai hubungan manusia yg punya kesenangan, nilai dan kemauan masing-masing..Tak perlu setiap saat kita kekeuh menjadikannya orang ke-2 dalam hidup kita..Toh dia kan juga punya privasi🙂

  18. Alhamdulillah … selama menjalin persahabatan dengan seseorang gak pernah sampai berbalik jadi benci *smoga tidak akan pernah*
    Konlik atau masalah sering muncul, tapi jutsru bikin persabahatan makin erat😀

  19. Postinngan yang ngena banget…ada pesan :

    Sesungguhnya bukanlah perkara yang gampang untuk membuat relasi persahabatan karena Allah dengan seseorang. Relasi tersebut bukanlah barang yang bisa dibeli…akan tetapi itu adalah anugerah dari Allah dengan sebab usaha pendekatan karena iman.

    Karenanya hendaknya kita berusaha untuk menjaga jalinan persahabatan. Yang perlu diingat adalah janganlah kita menganggap sahabat kita adalah malaikat yang tidak pernah bersalah, sehingga setiap kali ia berasalah lantas kita mencelanya. Sikap seperti ini adalah bentuk perenggangan bahkan bisa jadi pemutusan persahabatan, serta bentuk “kurang penghargaan” terhadap karunia relasi persahabatan tersebut yang merupakan anugerah Allah.

    dari : http://www.firanda.com

Berkomentarlah dengan bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.. :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s