Hileud Blue

Innalillahi wa’innailaihi roojiiuun..
Semoga Amal ibadahmu diterima di sisi_Nya
Selamat jalan mang Heru, hanya doa yang dapat kami beri mengiring perjalananmu kesana.
Maaf, kami terlambat mendapat kabar ini.
Maafkan kami jika di sela gurau dan canda, ada setitik khilaf tanpa sengaja menyakitimu.
Kamipun ikhlas dengan kepergianmu……
Selamat jalan sahabat……..

Desy Andriyani

====================================================

Rasanya baru kemaren, kita bercanda bersama di chat room mungil itu bersama. Sosokmu yang humoris, sedikit pendiam, menginspirasi dan sedikit misterius sempat membuatku memberikan tanda tanya untukmu. Mereka yang lebih dulu memanggilmu dengan panggilan Mang Heru, aku pun akhirnya ikut memanggilmu dengan panggilan itu. Dan kau tahu, sampai detik ini aku bersyukur karena aku bisa ikut memanggilmu Mang Heru.

Kau jarang hadir di chat room itu, tapi hebatnya hampir semua anak-anak chat room tahu denganmu. Kau orang baik mang, semua orang bahkan aku pun selalu merindukanmu datang menyapa dengan gaya khasmu. Lepas dari chat room, aku kembali mengenalmu dengan nama Hileud Blue, nama akun facebookmu. Hingga sekian lama kita kenal dan bersahabat, aku belum tahu bagaimana rupamu. Kau selalu saja memasang foto profile yang terus berbeda, dan semua foto profile yang kau pajang adalah foto anak-anak yang menderita gizi buruk. Sayang, aku belum sempat menanyakannya kepadamu kenapa kau hanya menyimpan foto dengan 1 tema saja.

Tapi sejak tahun kemaren, kau mulai sedikit terbuka. Bersama dengan rokok, kopi dan juga rambut gimbal kebangganmu, kau mulai memamerkan sosokmu di dunia maya. Tapi tetap saja, kita tidak pernah ngobrol lama. Di chat room, di facebook, kau selalu datang dan pergi hanya dengan sedikit sapa. Hmm, mungkin itu yang membuat orang-orang banyak mengingatmu. Kau selalu misterius, selalu mengundang orang untuk terus menantikan hadirmu.

Hileud Blue a.k.a Mang Heru

Ingat dengan tanggal 10 April 2011 mang, itu adalah hari dimana kau mendadak mengirimkan pesan singkat ke ponselku. Kaget dan seneng bercampur jadi satu. Ntah darimana kau dapet no ku, yang pasti aku bahagia dengan sapaan singkatmu waktu itu. Tak sabar, aku pun langsung menghubungimu. Kita ngobrol sebentar, dan ternyata suaramu tak segimbal rambutmu. Suaramu cukup dewasa, dan lagi-lagi aku bahagia bisa mendengar sekilas suaramu. Esoknya, aku mengabarkan tentang sms darimu ke beberapa sahabat kita. Dan kau tahu, mereka pun langsung meminta no mu. Mereka sangat antusias mang, mereka pun berharap bisa mendapatkan sapaan langsung darimu. Tapi sayangnya, hari itu juga no mu sudah tak aktif lagi. Pertama dan terakhir kalinya, aku menerima sms dan mendengar suaramu. Terimakasih, itu sebuah kebahagiaan tersendiri untukku.

Hmm, aku tak pernah berharap menuliskan kalimat ini untukmu mang. Aku sangat berduka atas kabar yang kudengar tentangmu, tentang kau yang tak akan pernah menyapaku lagi, selamanya. Rasanya seperti mimpi, dan sebenarnya kuharap kabar itu juga mimpi, tapi rupanya itu kenyataan. 30 April 2012 lalu kau kembali menghadapNya, dan sedihnya kami baru mendapatkan kabar tentangmu pertengahan bulan ini. Aku, ahh maafkan aku. Aku baru tahu kabar tentangmu kemaren. Tak percaya, segera kutanyakan langsung dengan beberapa sahabat kita, dan ternyata itu benar. Adikmu bilang kalau kau sudah sakit sejak bulan Maret lalu, tapi adikmu tidak tahu sakit apa yang kau derita. Semoga sakit yang kau rasa sudah banyak menggugurkan dosamu sebelum kau menghadapNya.

Banyak yang perduli padamu mang, banyak yang sayang dan bangga terhadapmu. Tapi mungkin memang aku yang tak begitu tahu banyak tentangmu. Kusebutkan satu saja, dari Fadhli. Kau pasti ingat dengan dia, kalian sama-sama seniman dan ntah kenapa kalian selalu saling memanggil dengan panggilan “nyo”. Dia yang sering menanyakan padaku tentangmu, bahkan dulu dia yang paling heboh meminta no mu dariku. Andai kau membaca ini, kau pasti akan tersenyum. Dan berikut adalah pengakuannya ketika kami tengah mengenangmu beberapa hari yang lalu,

Saya cuma sempat smsan sekali dengannya, dia menyimpan semua masalahnya sendiri. Beberapa inspirasi saya menulis dari dia. Terakhir, dia kasih saya inspirasi untuk ngelukis. Dia pelukis hebat.

Ternyata kau seorang pelukis mang, dan aku pun baru tahu. Tak pernah kau pajang hasil karyamu, padahal mendadak aku ingin lihat salah satu lukisanmu. Hmm, mungkin benar kata Fadhli, kau selalu menyimpan semua tentangmu sendiri. Tapi memang itulah dirimu, mungkin kalau tidak seperti itu kita tidak akan pernah saling lebih kenal. Aku percaya, takdirmu saat ini pasti adalah yang terbaik untukmu. Berbahagialah disana mang, semoga Allah sudah menyiapkan tempat yang nyaman untukmu menunggu disana. Aku dan semua sahabat yang mengenalmu akan selalu mengenangmu. Chat room itu akan selalu menghadirkan cerita tentangmu, tentang kita semua, anak-anak KACR.

*91’91*

36 thoughts on “Hileud Blue

  1. turut berduka cita atas pupusna heuled blue…😦
    semoga amal ibadahnya di terima olehNya dan orang yg ditinggalkannya bisa menerima kepergiannya.
    eh ini bukan fiksi kan?

  2. Innalillahi wa’innailaihi roojiiuun

    Semoga “Mang Heru” tenang disana dan mendapatkan tempat yang layak disisiNya AMIN

  3. Innalillahi wa’innailaihi roojiiuun

    turut berduka Dhe atas kepergianya mang heru untuk selama lamanya..

    semoga beliau di terima di sisiNya…

Berkomentarlah dengan bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.. :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s