Dia si Anak Pertama

Assalamu’alaikum.. *ngengir lebar tanpa dosa*😀

Rasanya canggung banget ketika saya buka wordpress[dot]com dan kemudian berada di halaman dashboard gamazoe ini. Hampir 2 bulan saya menelantarkan gamazoe, sok sibuk dengan aktifitas sidang akhir, liburan ke Ponorogo dan Jogja serta yang terakhir adalah acara wisuda saya. Alhamdulillah, akhirnya wisuda juga #sujudsyukur. Tapi saya tidak akan membahas kesibukan saya tersebut, karena saya akan tetap menuliskan ciri khas gamazoe. So, tanpa basa-basi lagi, nikmatilah postingan kontes spesial saya untuk Uda Sulung Lahitani.

===================================

Saya bukanlah anak pertama, belum tahu rasanya mempunyai anak pertama dan teman dekat saya saat ini pun bukanlah anak pertama. Nah lho, lengkap banget kan. Sempat memutar otak, apa yang harus saya tulis tentang anak pertama. Alhamdulillah akhirnya ide pun langsung datang, dan sang sohibul hajat pun sudah setuju kalau saya menceritakan tentang mantan teman deket saya yang kebetulan anak pertama. Bahasanya ribet ya, tapi dimaklumi saja. Soalnya saya lebih suka menyebut istilah teman dekat dibandingkan pacar.

Setahu saya, anak pertama itu identik dengan sosok yang dewasa, tanggung jawab, pokoknya sosok yang identik dengan tulang punggung keluarga dan contoh untuk adik-adiknya. Sebelum dengan dia, saya sempat dekat dengan beberapa laki-laki yang semuanya bukanlah anak pertama. Umur yang hampir sama, emosi yang labil, childish juga saling keras kepala adalah bumbu yang tiap hari selalu terjadi. Saling mempertahankan ego masing-masing dan kemudian berujung dengan ribut adalah warna indah yang selalu menghiasi hari-hari kami. Hingga akhirnya saya bertemu dengan si anak pertama yang usianya 5 tahun lebih tua diatas saya.

Awalnya dia terlihat sangat dewasa, dia bisa mengimbangi sikap dan sifat saya yang saat itu masih imut-imutnya berseragam putih abu-abu. Dia adalah teman ngobrol yang asyik, dan dia pun tahu caranya membuat saya merasa nyaman didekatnya. Hampir bisa dipastikan bahwa kami amat jarang ribut, ribut pun kalau dia sudah terlalu asyik dengan kerjaan atau dengan gitar kesayangannya. Hanya saja semakin lama hubungan kami, dia lebih menonjolkan sisi manjanya dibandingkan dengan sisi dewasanya. Menyebalkan!! Tapi karena dia juga saya makin yakin, bahwa manja itu tidak hanya milik si anak bungsu. Anak pertama pun kadang jauh lebih manja daripada anak bungsu.

Hmm, hubungan yang waktu itu cukup harmonis. Meskipun saya dan dia harus LDR, tapi kami bisa bertahan hingga 1 tahun. Tapi yaaa ada awal, pasti ada akhir juga. Semakin saya beranjak dewasa, semakin terlihat banyak perbedaan antara saya dan dia. Hingga akhirnya, tepat dihari kelulusan SMA saya, hubungan kami pun harus berakhir. Moment yang pas, karena saya bisa membuang kesedihan saya lewat kebahagiaan saya bersama sahabat-sahabat SMA saya.😆

Hubungan yang indah, hubungan yang penuh dengan warna, hubungan yang banyak memberikan pelajaran berharga untuk saya, hubungan yang makin membuat saya dewasa. Ada konflik yang cukup hebat juga antara saya, dia dan beberapa sahabat dekat saya. Konflik yang menjadi salah satu warna akhir antara saya dan dia. Banyak cerita, banyak sisi dan banyak kenyataan yang akhinya makin menyadarkan saya bahwa itulah sebenarnya kehidupan. Setelah manis, masih banyak rasa yang akan tercicipi. Tapi meskipun begitu, saya berusaha untuk tidak pernah menyesal atas pilihan yang pernah saya buat. Bukankah masa lalu adalah pelajaran nyata yang sangat berharga?? Ya, ambil saja hikmah dari semua kenangan yang sudah tercipta.

Eh, sebenarnya ini cerita anak pertama atau cerita mantan teman dekat saya ya?? Hahahahahaha. Biarin wes, yang penting saya sudah mencoba untuk ikut berpartisipasi. Yang pada belum ikutan, ayuk buruan mumpung belum berakhir hajatannya Sulung. Kita ngontes bareng, karena gamazoe sudah siap bersaing dan bersenang-senang lagi.😉

“Tulisan ini diikutsertakan pada Hajatan Anak Pertama yang diadakan oleh Sulung Lahitani

*91’91*

35 thoughts on “Dia si Anak Pertama

  1. Loh.. Loh.. LOh… kok malah Nyeritain MANTAN TEMAN DEKAT siy..
    Hmm.. gak fafa deh, kan masih Nyambung juga dengan ANAK PERTAMA.
    Hwehehee..
    Ceritanya Asik neh.. MANTAAAFFF BANGEEET!!!
    Ai Laikit SoMad deh!!

    ^_^

  2. Hahahaha, begitu comeback langsung ikutan kontes si Dhe ini, hehehe🙂 Good luck ya buat kontesnya Dhe😀

    Btw, memang begitu kok. Anak pertama kan bagaimanapun juga tetap “anak” juga kan ya; yang artinya ada rasa manja gitu. Tapi karena “pertama”, rasa manja ini kadang kan “ditekan” gitu, berbeda dengan anak bungsu yang bisa lebih ekspresif mengekspresikan rasa manja😛 *sok tau*

  3. asyiik, makasih banget Dhe. cinta mang selalu membubuhkan kenangan, bahkan ktika dia si mantan adalah anak pertama. hihi

    sudah terdaftar sebagai peserta Hajatan Anak Pertama ya, Dhe. Terima kasih atas partisipasinya🙂

  4. selamat kembali lagi dhe di wp…
    keren post pertama langsung ikut kontes. moga menang kontesnya…

    “Sebelum dengan dia, saya sempat dekat dengan beberapa laki-laki”. wah dhe ternyata banyak juga yah mantan temen dekatnya….

  5. Hai Mbak Dhe… apdet lagi nih ye…

    “Setahu saya, anak pertama itu identik dengan sosok yang dewasa, tanggung jawab, pokoknya sosok yang identik dengan tulang punggung keluarga dan contoh untuk adik-adiknya.”

    Wahahaha bener banget! Setuju! *ngookk*
    Aku anak pertama, btw.
    Ngacir ah…

  6. aku anak pertama Dhe, punya jg sih mantan teman dekat yg anak pertama *halah, ga penting blas* qiqiqiqi

    Gudlak ngontesnya, aku msh blom ikutan nih😀

  7. saya anak tengah, tapi saya juga manja, kok. jadi manja bukan monopoli anak bungsu😀
    btw, mantan teman dekat Dhe ada berapa, sih? Kok, dari salah satu kalimat di posting ini kayaknya banyak, ya…

  8. Pingback: Kado Indah | Perjalanan Panjang

Berkomentarlah dengan bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.. :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s