Saatnya Weekend, Saatnya Menyemai Cinta

Bekerja sebagai customer service di salah satu Bank Rakyat terbesar di Indonesia, adalah hadiah dadakan yang Allah kasih ke saya. Bagaimana tidak, setengah bulan setelah saya wisuda dan ketika saya masih ingin mengabdi di instansi yang sudah mau menampung saya selama saya kuliah, mendadak panggilan kerja sebagai pegawai bank pun menghampiri saya. Bahagia, kaget, bingung, bercampur menjadi satu. Untungnya, bos besar di tempat kerja saya yang lama dengan lapang dada mengikhlaskan saya untuk mengembangkan karir di bank tersebut. Alhamdulillah, Allah memang Maha Baik.

Awalnya saya kira menjadi customer service itu tidaklah sulit, cukup dengan ‘Senyum, Salam dan Sapa’ saja. Yang penting pinter ngomong dan senyum, itu anggapan pertama saya tentang customer service. Tapi ternyata, menjadi customer service di Bank Rakyat tersebut tidaklah semudah apa yang saya bayangkan. Karena selain menjadi customer service seperti bank-bank pada umumnya, tugas saya pun ternyata merangkup masalah kredit atau pinjaman. Umumnya, customer service tidak melayani masalah kredit, karena sudah ada bagian sendiri yang menangani masalah tersebut. Tapi di tempat saya, saya malah lebih sering melayani nasabah untuk masalah kredit daripada membuka rekening baru. So, bagi sahabat yang ingin berkonsultasi masalah pinjaman, silahkan menghubungi saya. Tarif konsultasi per jam, bisa berubah sewaktu-waktu tanpa konfirmasi terlebih dahulu. Eh, kok malah promosi. Hahahahahaha:mrgreen:

Berangkat dari rumah jam 7 pagi, dan pulang dari kantor paling cepet jam 5 sore. Lembur?? Jangan ditanyakan, itu adalah hal yang biasa. Bertemu dengan puluhan nasabah setiap hari, dengan sifat, karakter dan ‘bau’ yang berbeda-beda. Bagaimanapun, greeting 3S harus selalu saya pakai setiap ada nasabah yang menghampiri meja kerja saya. Rasanya saya itu sudah seperti artis sinetron saja, karena saya harus tetap terlihat ramah dan cantik meskipun pada kenyataannya saya tengah kesal ataupun marah. Tumpukan berkas-berkas pinjaman, file-file kiriman dari kantor cabang atau kantor pusat yang harus segera diselesaikan, menjadi tambahan kerjaan yang harus saya kerjakan di sela-sela tugas saya menjadi customer service pada umumnya. Melelahkan?? Memang. Tekanan?? Pasti ada. Tapi bukan bekerja namanya, kalau tidak ada sensasi lelah dan tekanan seperti itu.

Saya sering merasa bosan, jenuh dengan rutinitas kerja yang membuat saya lupa akan lingkungan rumah saya. Seolah tak ada lagi sosisalisasi antara saya dengan tetangga-tetangga saya, menjadi asing di lingkungan sendiri adalah konsekuensi yang harus saya terima. Itulah kenapa saya selalu mengoptimalkan setiap weekend saya, karena pada saat weeekend-lah saya bisa bebas menjadi diri saya. Saya mau manyun seharian, mau diem seharian, mau tidur seharian, bebas tidak ada yang melarang. Menurut saya, weekend itu adalah waktunya family-time, friends-time dan juga me-time. Hal-hal sepele memang, sekedar berberes rumah, menemani ibu belanja di pasar, ngopi bareng abah dan ibu saat pagi atau sore hari, meladeni ajakan bermain dari kurcaci-kurcaci kebanggan saya, ngobrol santai dengan sahabat-sahabat saya, bersepeda 15 menit sambil menyapa tetangga-tetangga atau sekedar menikmati tidur siang, adalah salah satu dari cara saya menyemai cinta. Saya selalu berusaha menghadirkan energi positif setiap weekend, membuat diri saya nyaman, bahagia dan total melupakan urusan kerja untuk sementara waktu.

Mungkin ada #sahabatGamazoe yang merasa heran, kenapa sederhana sekali cara saya menyemai cinta?? Karena Martapura hanyalah kota kecil yang sederhana. Tidak ada bioskop, tidak ada mall, tidak ada tempat karaoke dan juga minim sekali tempat wisata. Senin pagi hingga Jum’at sore, saya harus menjalani pekerjaan saya sebagai customer service di salah satu unit yang ada di daerah Belitang. Jarak Martapura-Belitang yang cukup jauh untuk kategori desa ini, membuat saya harus tinggal di rumah mbah uti yang lebih dekat jaraknya dengan kantor saya. Barulah pada Jum’at sore saya baru bisa kembali ke surga kecil saya, Martapura. Dan menurut saya, menjalani family-time dengan berkumpul bersama anggota keluarga dirumah, menikmati me-time dengan menyombongkan diri dikamar sebentar untuk ngeblog, atau merayakan friends-time sambil berwisata kuliner dengan sahabat-sahabat saya, adalah cara menyemai cinta yang terbaik saat ini untuk mengembalikan semangat kerja, memulihkan kondisi tubuh dan menghilangkan kebosanan saya dalam bekerja.

Bosan, jenuh, penat, stress, hanyalah sebagian kecil dari permasalahan hidup yang memang harus kita rasakan. Tetaplah berpikir positif dan tetaplah tersenyum, karena dengan begitu kita akan bisa dengan mudah menemukan cara untuk mengembalikan semangat, cinta dan suasana hidup yang baru. Jangan lupa ya, bersyukur, berpikir positif, tetap tersenyum dan optimis, adalah salah satu cara terbaik dalam menyemai cinta untuk hidup kita.

Tulisan ini diikutsertakan untuk GA dalam rangka launching blog My Give Away Niken Kusumowardhani

 *91’91*

40 thoughts on “Saatnya Weekend, Saatnya Menyemai Cinta

  1. wah…. selamat Dhe ya…. ikut senang Dhe kerja di BRI….

    Dhe bisa pinjam tanpa anggunan dan tanpa bunga gak ?

    saya juga rutin ke BRI, seminggu bisa 3 atau 4 kali, jangan2 ci mbak teller dah hapal bau saya hehehe…..

    setuju banget dengan paragrap terakhir…

    GA lagi ya Dhe, moga menang lagi….

    • kalo di banknya dhe mah harus ada anggunan kang, dan yang pasti bunga mah pasti ada. tapi percaya deh, cuma di Bank Rakyat yang bunganya paling rendah.. hehe #bukankomenberbayar😆

  2. Sekarang sudah kerja di bank ya… selamat ya Dhe…
    Sama denganmu weekend selalu menjadi hari yang indah, bisa menikmati kebersamaan dengan keluarga, walau kadang dirumah juga bebenah dan bersih2, sama2 capeknya tapi rasanya beda dengan di kantor..

    Sukses Dengan GAnya

    • iya bener kang, capek dirumah ama capek dikantor itu rasanya jauh berbeda. secapek-capek dirumah masih merasa happy dan nyaman, tapi kalo dikantor pasti bawaannya jadi suntuk.. #curhat😀

  3. Menyemai cinta memang tak perlu harus ke tempat-tempat khusus atau mahal. Sederhana, yang penting ada kebersamaan dan tujuan menyemainya membawa kebahagiaan.

    Terima kasih partisipasinya, Dhe. Sudah tercatat sebagai peserta.

  4. Pertama-tama, good luck buat GA-nya Dhe! (ini kayaknya komen wajib di blog ini deh, huahaha😛 ). Dan good luck juga buat kerjaannya!!

    Anyway, memang harus pandai-pandai mengatur waktu ya Dhe. Kalau di saat hari biasa sibuk sekali, akhir pekan memang harus dimanfaatkan untuk “me-time”. Untuk refreshing gitu🙂 .

    • hahahahaha, lagi kumat ngontesnya Ko, jadi komen wajib itu kayaknya bakal terus ada sampe beberapa postingan kedepan..😛

      iya bener, weekend itu rasanya damaaaaaiii banget. meskipun cuma liburan dirumah, tapi tetep happy.

  5. Wah, selamat ya…… ikut senang mengetahuinya. ada banyak cara menyemai cinta. family time & friend time salah satunya. moga sukses ngontesnya.

  6. Enak dong menjadi CSO, bia bertemu banyak karakter customer dengan berbagai permasalahan yang dibawanya.
    Kalo misalnya saya konsultasi pinjam hati, berapa tarif konsultasinya ?
    #dikemplang atuk hhh .

    • jyahahahahaha.. kalo konsultasi pinjam hati mah gk ada pak, hati dhe gk bisa dipinjamkan soalnya.😛

      tapi iya bener, jadi CS itu pengalaman sendiri buat dhe, pengalaman untuk tetap bersikap tenang meskipun polah nasabah kadang amit-amit bener ngeselinnya.

  7. Kerjaan rutin memang menjadi sangat mengesalkan saat over load. Ada banyak kerjaan yang harus dibereskan dalam waktu yang berdekatan. Saya juga lagi ngalamin hal itu, hehe…. Akhirnya saya anggap aja itu sebagai ajang untuk menempa diri. Mudah-mudahan setelah beres semua, kemampuan saya dalam menyelesaikan pekerjaan menjadi meningkat😀

    • iya bener Dit, awalnya emang terasa banget capek ama pusingnya. bingung memilih, mana yang harus duluan dikerjain, mana yang harus duluan diselesain. tapi makin kesini, dhe makin bisa mengatur waktu dan kerjaannya bagaimana biar bisa selesai bareng dan dhe juga ngerjainnya gk buru-buru lagi. selalu ada pengalaman dan hikmah dalam bekerja, sepakat??😀

  8. suiiit suiit, jadi CS yaah sekarang.. tinggi doong yah berarti?
    beberapa thn lalu sempat masukin juga berkas di Bank ini tapi karena masalah tinggi, langsung gagal di tahap pertama, huffft *lap keringet

    anyway selamat yaah Dhe, moga sukses selaluuu, ayooo mana 3S nya???🙂

    • hoho, tinggi dhe cuma 160cm lho neng. gk tinggi-tinggi banget. emang tinggi kamu berapa?? temen dhe ada kok yang gk begitu tinggi, tapi masih bisa lolos. coba lagi, siapa tahu kali ini sukses lolos.🙂

    • baru mo muncul lagi, mo nyaingi ke-eksisan Niar lagi.. hahahaha😛

      ooooh, itu to artinya. sama kayak, kangen karo kowe ya?? tapi mungkin yang kangen marang sliramu itu yang versi halusnya.. #sotoy

  9. Welcome back to the GA land, Dhe *peyuk-peyuk*
    Brw mana foto waktu jadi CS? Aku selalu seneng lho ngliatin CS di bank. Cantik-cantik, sabar pulak😀
    Dhe hebat😉

    • dhe juga kayak gitu lho bukbil, cantik plus sabar.. hahahahha, muji diri sendiri. tapi gk kok, CS juga kan manusia biasa, ada kalanya khilaf kalo nasabah udah ngeselin banget.

      fotonya nanti yaa, kapan-kapan. hehe😀

  10. nah kan, sekali lagi aku dapet bukti kalau bahagia itu sederhana. sederhana sekali, tinggal kita yang bisa menciptakan bahagia itu atau tidak. terus berjuang ya dhe, aku dukung dengan doa…🙂

  11. Pingback: Alhamdulillah, Ramadhan.. | Perjalanan Panjang

Berkomentarlah dengan bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.. :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s