Endless Love

“Kenapa kau masih belum juga tertidur, sayank??” Tanyaku sambil membelai rambutnya yang terus memutih.

“Aku takut, kalau besok aku tak bisa lagi melihatmu.” Jawabnya sambil terus memandangku.

Aku tersenyum. Kulit keriput kami bersentuhan, kugenggam mesra tangannya. Manjanya masih tak berubah meskipun kini kami sudah senja dimakan usia.

“Percayalah, kematian tidak akan bisa memisahkan kita.” Kucium pelan keningnya dan akhirnya dia pun tersenyum.

*91’91*

17 thoughts on “Endless Love

Berkomentarlah dengan bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.. :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s