Endless Love

“Kenapa kau masih belum juga tertidur, sayank??” Tanyaku sambil membelai rambutnya yang terus memutih.

“Aku takut, kalau besok aku tak bisa lagi melihatmu.” Jawabnya sambil terus memandangku.

Lanjuuuuttt..

Kotak Musik Bhirawa

Kotak musik yang sudah terkunci puluhan tahun itu kembali terbuka, mengeluarkan nada-nada cinta yang sudah hampir terlupa olehku. Ntah setan apa yang sedang merasukiku senja ini, merayu tubuh sang tua renta untuk kembali mengingat kenangan cinta yang tak pernah berhasil dilupakannya. Tubuhku mendadak beku, tanganku memegang kokoh kotak musik itu, dan mataku menatap tajam pada tumpukan surat yang masih utuh tersusun menjadi satu. “Apa kabarmu, Kapten Bhirawa??” tanya yang terlontar begitu saja dari suara serakku.

Lanjuuuuttt..